Database Skripsi

Judul Abstrak Penulis Nim Tahun
Manajemen Kurikulum Sekolah Menegah Umum Plus Bina Bangsa Sejahtera BogorManajemen Kurikulum Sekolah Menegah Umum Plus Bina Bangsa Sejahtera Bogor. Skripsi. Jakarta : FIP. UNJ. Agustus 2002. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai manajemen kurikulum di SMA Plus BBS Bogor. Secara khusus penelitian ini mendeskripsikan tentang perencanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum, evaluasi kurikulum dan komponen-komponen kurikulu yang telah dialkukanoelh guru-giru di SMA Plus BBS. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan survei, dengan menyebarkan angket kepda guru. Analisis data yang digunakan adalah presentase denagn sajian tabel fekuensi. Polulasi penelitian ini ada 40 orang guru, dan jumlah populasi tersebut diajdikan rsponden apda penelitian. Skripsi ini menyarankan agar Kepala sekolah dan para guru di SMU Plus BBS Bogor dapat meningkatkan manajemen kurikulum dan meningkatkan pengetahuan dalam menjabarkan program kurikulum dengan baik. Nurlinda Safitri12150002512002
Pemanfaatan Kliping Pendidikan Sebagai Sumber Belajar Pada Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar CetakPemanfaatan Kliping Pendidikan sebagai Sumber Belajar Pada Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak (Survai terhadap mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negri Jakarta). Skripsi, Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negri Jakarta, Juli 2004 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan kliping pendidikan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negri Jakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu melukiskan kondisi “apa yang ada” dalam suatu situasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survai, untuk memberikan informasi tentang variabel,dan wawancara untuk mendukung penelitian. Sebagai bahan pengumpul data yang utama dipergunakan angket/kuesioner yang dibuat oleh peneliti. Penelitian dilakukan di Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negri Jakarta berkisar antara bulan April sampai Juni 2004. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Teknologi Pendidikan yang telah dan sedang mengambil mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak, sedangkan sample dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak sejumlah 37 orang. Pengambilan sampel menggunkan teknik sampling jenuh. Data yang terkumpul akan dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan teknik prosentase yaitu P-F/Nx 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain menggambarkan kondisi pemanfaatan kliping pendidikan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak, penelitian ini juga menyimpulkan beberapa hal seperti pengetahuan mahasiswa mengenai contoh sumber belajar baik by design maupun by utilization. Berdasarkan analisa data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan secara umum pemanfaatan kliping pendidikan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak belum dapat dikatakan optimal mengingat hanya beberapa mahasiswa yang memanfaatkan kliping pendidikan sebagai sumber belajar. Sebagian besar mahasiswa telah mengetahui bahwa kliping pendidikan merupakan sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization) dan memberikan manfaat yang besar untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai pendidikan khususnya materi Pengembangan Bahan Ajar Cetak, namun mahasiswa kurang menyadari untuk memanfaatkannya. Titi Rachmawati12150000322004
Penggunaan Pendekatan Student Active Learning Dalam ProsesBelajar PembelajaranPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendapat instruktur tentang proses pembelajaran yang dilaksanakan Diklat Khusus Perkapalan PT.Pertamina dalam kaitannya dengan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pengajaranHidayat12159960122002
Hubungan Antara Kreatifitas Dan Hasil Belajar IPA SD Kelas V Di SDN kamal 06 Pagi Kecamatan Kalideres Jakarta BaratPagi Kecamatan Kalideres Jakarta Barat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kreatifitas dnegan hasil belajar IPA siswa SD. Penelitian ini dilaksanakan di SD 06 Pagi, Kalideres, jakarta Barat, pada caturwulan III tahun pelajaran 2001/2002. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kolerasi yang mengguankan sampel sebanayak 35 siswa. sampel diambil secara acak sederhana (simple random sampling). Tarmuji12150002892002
Metode Pembelajaran Menulis Halus Atau Indah Pada Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 2 SD Kecamatan Taman Sarimenulis halus atau indah pada mata pelajaran Bahasa Idonesia yang dilakukan oleh guru kelas 2 SD Kecamatan Taman Sari tahun ajaran 2001/2002. Metode ini adalah deskriptif dengan jumlah responden 30 orang. Teknik yang dipergunakan untuk memperoleh data mengunakan teknik survey, melalui penyebaran angket kepada responden. Angket yang digunakan menggunakan skala dengan skor 1-0. Sedangkan teknis analisis data yang digunakan adalah dengancara presentase. Dengan demikian disarankan secara konsisten kepada pembelajar agar tetap membelajarakan menulis halus atau indah pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 2 SD Kecamatan Taman Sari dengan mengguanakan meode pembelajaran yang baik dan tepat.Totoy Rochyati12150005472002
Prosedur Evaluasi Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri Kec. Cengkareng Jakarta BaratPenelitian bertujuan untuk memperoleh data tentang prosedur EHB di SDN inti Kec. Cengkareng JakBar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survey, sampel. Pada penelitian ini adalah guru matpel Agama Islam SDN kec. Cengkareng, tehnik pengumpulan data dengan cara penyebaran kuesioner(angket) pada guru Agama Islam. Analisi data yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif.hasil penelitian menunjukkan bawa prosedur EHB PAI sudah terlaksana dengan baik.Abidah Diah Nasruni12150007122005
Surat Kabar Sebagai Media Komunikasi Pendidikan Politik Di Masayakat KampusCHRISTINA RUSDYAWATI, Surat Kabar Sebagai Media Komunikasi Pendidikan Politik Di Masayakat Kampus, (Survei Pemenfaatannya Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta), Skripsi, jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Univesitas Negeri Jakarta, Maret, 2002. Penelitian ini bertujuan untuk memdapatkan gambaran yang dapat menunjukkan kecenderungan pemanfaatan surat kabar sebagai media komunikasi pendidikan politik di masyarakat kampus Jurusan Ilmu Sosial Politik, FIS, UNJ, Jakarta. Pemanfaatan sebagai media komunikasi pendidikan yang diamksud adalah frekuensi penggunaan dan pemanfaatan surat kabar berita politik sebagai media pendidikan dan omunikasi pada pendidikan politik di kehidupan amhasiswa sehari-hari. Penekanan dilakukan di Jurusan ISIP, FIS, UNJ berkisar antara Agustus sampai dnegan Oktober 2001. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik survei dan besar sampel seluruhnya adalah 30 orang. Pengambilan sampel mengunakan teknik proposional random sampling. Data dianalisis dengan teknik prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan pada jurusan ISIP belum optimal dalam memanfaatkan surat kabar sebagai media komunikasi pendidikan politik, namun usaha mahasiswanya dalam mebaca surat kabar sudah cukup dan kesadarannya sudah cukup tinggi walaupun kurang dapat mendapat dukungan dari perkuliahan. Dengan demikian kesimpulan bahwa mahasiswa ISIP memanfaatkan surat kabar dalam perkuliahan sudah baik, hanya saja kurang menda[at dukungan dari tugas-tugas perkuliahan. Christina Rusdyawati12150010672002
Hubungan Hasil Belajar Pelatihan Chime Dengan Hasil Belajar Pelatihan Flight Safety Para Siswa Pemula Awak Kabin PT.Garuda IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh hubungan hasil belajar pelatiahn CHIME dengan hasil belajar pelatihan Flight Safety para siswa pemula awak kabin PT Garuda Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan di pusat pendidikan dan pelatihan PT Garuda Indonesia Jl. Raya Duri Kosambi, Jakarta Barat pada bulan Oktober 2002. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskritif korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu hasil belajar pelatihan CHIME (X) dengan hasil belajar pelatiahan Flight Safety (Y) sebagai variabel terkait.Rinaldi Hadrianto12150013542003
Hubungan Hasil Belajar Penelitian Fight Safety dengan Tingkat Profesional kerja awak kalan PT Garuda TamataFight safety sebanyak 150 0rang dan menggunakan teknik simple random sampling atau teknik pengambilan sample arah sederhana sehingga jumlah sample dalam penelitian ini adalah 60 orang. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskiptif korelasional untuk mengetahui hubungan antara penelitian ini tujuan untuk variabel bebas yaitu hasil belajar mengetahui seberapa jauh hubungan pelatihan fight safety (X) dengan hasil belajar pelatihan fight safety profisionalisme kerja (Y) sebagai dengan para siswa pemula variabel terikat, sebagai kedua kabin PT Garuda Indonesia 2. Fight safety sebanyak 150 0rang dan menggunakan teknik simple random sampling atau teknik pengambilan sample arah sederhana sehingga jumlah sample dalam penelitian ini adalah 60 orang. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskiptif korelasional untuk mengetahui hubungan antara penelitian ini tujuan untuk variabel bebas yaitu hasil belajar mengetahui seberapa jauh hubungan pelatihan fight safety (X) dengan hasil belajar pelatihan fight safety profisionalisme kerja (Y) sebagai dengan para siswa pemula variabel terikat, sebagai kedua kabin PT Garuda Indonesia Diaya Putra Tamata12150013552003
Kemandirian Belajar Siswapenelitian ini bertujuan mengetahui belajar siswa anak Kabin Garuda Aviation training melalui cara belajar siswa anak kabin didalam dan luar kegiatan diklatLies Mutiara12150013562003
Survai Pendapat tentang Pemanfaatan Cabin Simulator dalam Pembelajaran Flight Safety bagi Awak Kabin PT Garuda Indonesia di Garuda aviation Training and EducationYudhi Pramono. Pemanfaatan Cabin Simulator dalam Pembelajaran Flight Safety bagi Awak Kabin PT Garuda Indonesia di Garuda Aviation Training and Education. Skripsi, Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Januari 2004. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang seberapa jauh cabin simulator sudah dimanfaatkan dalam kegiatan flight safety bagi awak kabin PT. Garuda Indonesia di Garuda Aviation Training and Education. Pemanfaatan cabin simulator dalam pembelajaran flight safety tersebut sangat penting untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan (knowledge) serta kemampuan (skill) keselamatan penerbangan (flight safety) awak kabin PT. Garuda Indonesia dalam program pelatihan flight safety. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang dalam pelaksanaannya menggunakan teknik survey terhadap seluruh populasi. Sumber data diperoleh dari dokumen dan angket (kuisioner) sebagai instrument untuk menjaring data yang diperlukan. Populasi subyek penelitian adalah seluruh peserta pelatiha flight safety yang berlangsung dari tanggal 8 Nopember s/d 11 Nopember di GATE, yaitu awak kabin PT Garuda Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus. Data survai yang didapat melalui kuisioner dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif yang dijabarkan melalui table prosentase. Hasil penelitian menunjukkan, masih terdapat beberapa kekurangan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam pemanfaatan cabin simulator dalam kegiatan pembelajaran flight safety. Sehingga perlu adanya peningkatan dan pengembangan dari beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan cabin simulator dalam proses pembelajaran flight safrty diantaranya: harus dibuat standar buku pengoperasian cabin simulator (Standard Operating Procedures ISOP) serta peningkatan system control dalam penggunaan cabin simulator oleh Quality Control Department GATE. Dengan demikian, pemanfaatan cabin simulator dalam kegiata pembelajaran flight safety bagi awak kabin PT Garuda Indonesia dapat berjalan dengan baik. Sehingga tujuan yang telah ditentukan akan dapat dicapai. Yudhi Pramono12150013572004
Hubungan Antara Motiva Belajar Siswa Dengan Hasil Belajar Pelatihan Outing di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda IndonesiaAmrullah. Studi korelational antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar pelatihan outing dipusat pendidikan dan pelatihan PT.Gruda Indonesia. Tahun ajaran 2004. Skripsi Jakarta : Jurusan Teknologi pendidikan. Universitas negri Jakarta, Juni 2004 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : apakah terdapat hubungan positif antara motofasi belajar siswa dengan hasil belajar pelatihan outing dipusat pendidikan dan pelatihan PT.Garuda Indonesia. K Sample pelatihan sebanyak 60 orang peserta pelatihan outing yang ditetapkan dengan teknik stratified sampling. Instrument yang dipergunakan untuk memperolah data adalah questioner. Penelitian ini menggunakan metode survey korelational dengan teknik analisis statistic deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukan tentang : 1. Hasil belajar pelatihan outing di pusat pendidikan dan pelatihan PT.GARUDA Indonesia termasuk kategori baik atau responden mendapat score rata-rata sebesar 121,38 dengan simpanagn baku (S) 8,521. 2. SEBGIAN BESAR TINGKAT MOTOVASI BELAJAR SISWA termasuk kategoro baik atau responen mendapat score diatas nilai rata0rata 83,633 dengan simpanagn baku 5,67. 3. Terdapat hubungan positif antara motovasi belajar siswa dengan hasil belajar pelatihan outing yang ditunjukan oleh koofisien korelasi Ry2=0,21 pada taraf signifikan a=0,05 dan koofesien determinasi R2Y2= 0,04 hal ini menunjukan bahwa fariancynilai hasil bejar pelatihanouting dipusat pendidikan dan pelatihan PT.Gruda Indonesia di tentulkan oleh motivasi belajat siswa Y=66,70+0,15X Berdasarkan hasil penelitian nin diharpakan dapat menjadi masukan yang berharga bagi siswa pelatuihan outing dan PT.Garuda Indosensia penentu kebijakan tentng peltihan. Selain itu disarankan agar siswa peltiha outing memperbaiki hasil belajar memlalui peningkatan motivasi belajar siswa ang lebih baik. Amrullah12150013582004
Pemanfaatan Media Motion Mock up Dalam Penyelenggaraan Program Pelatihan Flight Safety Di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda IndonesiaPemanfaatan Media Motion Mock up Dalam Penyelenggaraan Program Pelatihan Flight Safety Di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Juni, 2003. Penelitian ini bertujuan unutk menguraikan secara deskriptif tentang pemanfaatan media motion mock up dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Pemanfaatan media motion mock up tersebut berguna untuk peningkatan dan pengembangan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik survey. Sumber data diperoleh dari dikumen dan kuisioner. Populasi subyek penelitian adalah peserta dalam menyelenggarakan program pelatihan flight safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Pengambilan sample menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkkan bahwa pemanfaatan media motion mock up dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety masih ada kekurangan, maka perlu adanya peningkatan dalam penggunaan media, menambah motivasi belajar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, dan evaluasi hasil belajar. Sehingga pemanfaatan media motion mock updalam penyelenggaraan program penelitian flight safety dapat di gunakan secara baik sesuai dengan tujuan yang telah di tentukan. Lisbeth Ratu Surya Siregar12150013612003
Penggunaan Media Cabin Simulator pada Proses Pembelajaran Recurrent Integrated Crew Training di Garuda Aviation Training and EducationPenelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menggambarkan tentang penggunaan metode kabin simulator pada pembelajaran recurrent integrated crew training di garuda aviational training and educating dengan mengambil sampel instruktur PT Garuda Indonesia dan beberapa instruktur Non Garuda Indonesia. Penelitian ini bersifat deskritif kuantitatif dan metode yang digunakan adalah metode deskritif, serta teknik yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik survey agar terlihat jelas gambaran situasi yang sebenarnya tentang penggunaan media kabin simulator pada proses pembelajaran recurrent integrated crew training.Kaswanto12150013622003
Perbadingan hasil Belajar Pelatihan Recurrent Baggage Towing Traktor Operator di Garuda Aviation Training & EducationPerbadingan hasil Belajar Pelatihan Recurrent Baggage Towing Traktor Operator di Garuda Aviation Training & Education. Skripsi. Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Jakarta, Juni 2003. Penelitian ini dilakukaan untuk mengetahui perbandingan hasil belajarr, peserta pelatihan yang berdomisili diasrama dengan peserta pelatihan yang berdomisisli di luar asrama selama pelatihan berlangsung. Sebagai subjek penelitian ini adalah peserta Pelatihan Recurrent Baggage Towing Traktor Operator pada tahun 2002. Penelitian ini membandingkan hasil belajar dua kelompok yaitu kelompk pertama hasil belajar peserta pelatihan yang berdomisili diasrama yang memperoleh kemudahan dalam proses belajar, kelompok kedua peserta pelatihan berdomisili di luar asrama. Hasil belajar yang dianalisa adalah aspek teori , aspek safety & regulation dan aspek praktek. Hasil penelitian menndapatkan data hasil belajar peserta pelatihan yang berdomisili di asrama pada aspek teori rata-rata 79,5 aspek safety & regulation 80,4 dan aspek praktek 78,6 dan hasil belajar peserta pelatihan yang bedomisili diluar asrama paa aspek teori rata-rata 75,aspek safety & regulation 76,6 dan aspek praktek 78,2. data tersebut menunjukan bahwa ada pebedaan rata- rata hasil belajar peserta pelatihan antara berdomisili di asrama dengan hasil belajar di luar asrama, pada aspek teori dan safety & regulation sedang pada aspek rata-rata hasil belajar relative sama. Hasil perhitungan uji-t pada hasil belajar aspek teori (kognitif) yaitu t hitung 3,75lebih besar dari t table I,68. hal ini menunjukan bahwa hasil lebih baik bila dibandingkan dengan hasil belajar yang berdomisili di luar asrama. Artinya hipotesis penelitian diterima Hasil uji- t pada aspek safety ®ulation (afektif) t hitung 4,22 lebih besar dari t table 1,68. hal in menunjukkkan bahwa hasil belajar peserta pelatihan yang berdomisili di asrama selama pelatihan lebih baik bila dibandingkan dengan hasil belajar yang berdomisili di luar asrama. Artinya hipotesis penelitian diterima. Hasil uji-t pada aspek praktek (psikomotor) t hitung 0,80 lebih kecil dari t table 1,68. Hal ini .Menunjukan bahwa hasil belajar peserta pelatihan yang sama berdomisili diasrama selama pelatihan tidak ada perbedaan bila dibandingkan dangan hasil belajar yang berdomisili di luar asrama. Artinya hipotesis penelitian ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas penulis menyarankan supaya fasilitas pembelajaran diasrama ditingkatkan terutama pada aspek praktek (psikomotor) dengan menciptakan pusat sumber belajar yang dapat dipergunakan oleh setiap penghuni asrama Retri Maya Perwijana Oetomo12150013882003
PENGGUNAAN EVALUASI FORMATIF HASIL BELAJAR DALAM PELATIHAN DI PUSAT PENDIDIKAN DANPenelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara deskriptif tentang penggunaan evaluasi hasil belajar dalam pelatihan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Penggunaan evaluasi hasil belajar tersebut sebagai upaya peningkatan dan pengembangan pengetahuan dan kompetensi instruktur pada program pelatihan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Penelitian ini sebagai penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik survey. Sumber data diperoleh dari dokumen dan kuesioner. Populasi subyek penelitian adalah instruktur di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Pengambilan sampel dalam penelitian dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data penelitian menggunakan teknik analasis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penggunaan evaluasi hasil belajar dalam pelatihan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia menunjukkan bahwa aspek-aspek yang ada sudah baik, tetapi perlu adanya peningkatan yaitu: tujuan evaluasi, obyek evaluasi, metode pemberian evaluasi, instrumen evaluasi dan frekuensi evaluasi hasil belajar. Diharapkan dengan penggunaan evaluasi hasil belajar dalam program pelatihan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia agar berkualitas lebih baik pada setiap penyelenggaraan program pelatihan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. JOHAN ARIFIN12150013652005
Pemanfaatan Buku Sebagai Sumber Belajar Bagi Awak Kabin dalam Program Pelatihan Keselamatan Penumpang Pesawat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda IndonesiaPemanfaatan Buku Sebagai Sumber Belajar bagi Awak Kabin dalam Program Pelatihan Keselamatan Penumpang Pesawat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Skripsi: Jakarta:Fakultas Ilmu Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Oktober 2003. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan secara deskriptif tentang pemanfaatan buku sebagai sumber belajar bagi awak kabin dalam program pelatihan PT Garuda Indonesia. Pemanfaatan buku sebagai sumber belajar bagi awak kabin tersebut sangat berguna untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan serta kompetisi peserta dalam program pelatihan keselamatan penumpang pesawat di pusat pendidikan dan pelatihan PT Garuda Indonesia. Retri Maya Perwijana Oetomo12150013662003
KOMPETENSI MENGAJAR INSTRUKTUR DI LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PT GARUDA INDONESIA 2003Kompetensi Mengajar Instruktur di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Aprilf, 2003. Penelitian ini bertujuan utuk menguraikan secara deskriptif tentang kompetensi mengajar instruktur di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Kompetensi mengajar instruktur tersebut, sebagai upaya peningkatan dan pengembangan pengetahuan dan kemampuan instruktur, pada proses pembelajaran di setiap program pelatihan di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Penelitian ini sebagai penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik survey. Sumber data diperoleh dari dokumentasi dan kuisioner. Populasi subyek penelitian adalah instruktur di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan PT Garuda Indonesia. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kompetensi mengajara instruktur masih ada kelemahan dalam aspek kemampuan dari setiap individu instruktur. Oleh karena itu, disarankan perlu adanya peningkatan dalam berbagai aspek, yaitu aspek perencanaan proses pembelajaran, aspe metode pembelajaran, aspek menggunakan media, dan aspek mengevaluasi. Diharapkan semua instruktur meningkatkan kompetensi mengajar sehingga mereka mampu melakukan proses pembelajaran pada setiap program pelatihan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Noviyanti12150013682003
Survai Pendapat Tentang Pelatihan Uji Ulang Kemampuan Keselamatan Penerbangan Di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Garuda IndonesiaPemanfaatan Media Motion Mock Up Dalam Penyelenggaraan Program Pelatihan Flight Safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT. Garuda Indonesia. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta. Juni, 2003. Menguraikan secara deskriptif tentang pemanfaatan media Motion Mock Up dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety. Pemanfaatan media motion mock up tersebut berguna peningkatan dan pengembangan pengetahuan serta ketrampilan peserta dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT. Garuda Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik survey. Sumber data diperoleh dari dokumen dan kuesioner. Populasi subjek penelitian adalah peserta dalam penyelengaraan program pelatihan flight safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT. Garuda Indonesia. Pengambilan sample menggunakan teknik ramdom sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media motion mock up dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety masih ada kekurangan, maka perlu adanya peningkatan dalam penggunaan media menambah motivasi belaja, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, dan evaluasi hasil belajar. Sehingga pemanfaatan media motion mock up dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety dapat digunakan secara baik sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Bambang Wibowo12159986632003
Pengunaan Tes Objektif oleh Guru di SD Negeri Kelurahan Mangun JayaPengunaan Tes Objektif oleh Guru di SD Negeri Kelurahan Mangun Jaya. Skripsi. Jakarta : Fakultas ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, November 2003. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui sejauhmana penggunaan tes objektif yang dilakukan oleh guru. Penelitian in dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Tambun Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripttif dengan mendektakan survey terhadap 75 orang guru yang dijadikan sampal dari populasi 103 guru yang ada. Instrument ini digunakan untuk mengmpulkan data pada penelitian ini adalah angket dalam bentuk tetutup. Data kuesioner yang dikumpulkan diolah dengan cara menghitung persentase jawaban responden untuk tiap soal. Dalam pembuatan butir-butir Soal tes Objektif , (1) seluruh guru (100%) mengacu pada TPK, dan petunjuk penyusunan tes objektif dalm membuat butir-butir soal tes objektif. Tetapi ada guru (5.33%) yang tidak pernah membaca buku tentang petunjuk penyusunan tes objektif sebagai tambahan pedoman dalam membuat buti-butir soal tes objektif. (2) seluruh guru (100%) memberi petunjuk cara menggerjakan soal, mencantumkan waktu tes, membuat lembar jawaban tersendiri, dan selalu membuat kunci jawaban. Purnama Ningsih12159960422003
Evaluasi Terdapat Instrumen Evaluasi Hasil Belajar pada Recurrent Emergency Procedure Training di PT Garuda IndonesiaUjang Rustandi12150013852004
Penggunaan Sempoa sebagai Media Pembelajaran pada Pelajaran Matematika Kelas II Sekolah Dasar Mutiara 17 Agustus di Bekasi Jawa BaratPenggunaan sempoa sebagai media pembelajaran pada pelajaran matematika kelas II sekolah dasar mutiara 17 agustus di bekasi jawa barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik/langkah,manfaat dan kesulitan penggunaan sempoa sebagai media pembelajaran pada pelajran Matematika kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini bersifat deskriptif,yaitu mengambarkan kata-kata kondisi yang ada dalam suatu situasi.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survai. Untuk memberikan informasi tentang variable,sebagai pengumpul data yang diperoleh observasi,wawancara dan tes. Instrumen penelitian dari lembar observasi yang terdiri dari 10 butir kegiatan belajar memakai sempoa,pedoman wawancara berisi pertanyaan-pertanyaan dan tes soal yang terdiri dari 30 item.sebelum digunakan,instrument diujicobakan pada 34 siswa yang tidak menjadi bagian dari populasi penelitian. Penelitian menyimpulakan bahwa langkah/teknik penggunaan sempoa kelas II Sekolah Dasar Mutiara 17b Agustus di Bekasi Jawa Barat, adalah mempersiapkan anak mulai berhitung, tempatkan sempoa di atas meja,mengeset sempoa dalam keadaan nol,menggunakan ibu jari untuk menaikkan manic-manik bawah.dari hasil perhitungan deskripsi data,bahwa langkah-langkah penggunaan sempoa tersebut secara keselurahan menyatakn sempoa yang digunakan rata-rata bernilai 8,63. Nilai tengah sebesar 90 dan nilai yang paling banyak muncul adalh 100. Haisl nilai tersebut didapat dengan siswa melakukan langkah-langkah penggunaan sempoa secara keseluruhan sudah baik. Manfaat yang diperoleh dengan menggunakan sempoa secar konkrit, antara lain mampu berhitung secra luar biasa,mempermudah dalam mempelajarai matematika dan ilmun pengetahuan yang alin,mengoptimalkan kinerja otak,meningkatkan konsentrasi berpikir.kesulitan penggunaan sempoa adalah sisw aharus menghafal rumusatau kaidah sahabta kecil dan besar,sulit menghafal letak manic-manik sempoa dan sulit memodifikasi menggabungkan rumus sahabta kecil dan besar. Listiowati12150187672004
Analisis Potensi Katalisis Pariwara Televisi Komersial dalam Proses Belajar Khalayak. Analisis potensi katalisis pariwara televise komersial dalam proses belajar kalayak (studi kualitatif, video grafik interpretasi dengan pendekat semiotic). Universitas negeri Jakarta, desember 2003.Tresya Yuliana12150180812004
Pemanfaatan Buku Sebagai Sumber Belajar Bagi awak Kabin Dalam Program Pelatihan Keselamatan Penumpang Di Pusat Pendidikan Dan Pelatihan PT. Garuda IndonesiaPerbadingan hasil Belajar Pelatihan Recurrent Baggage Towing Traktor Operator di Garuda Aviation Training & Education. Skripsi. Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Jakarta, Juni 2003. Penelitian ini dilakukaan untuk mengetahui perbandingan hasil belajarr, peserta pelatihan yang berdomisili diasrama dengan peserta pelatihan yang berdomisisli di luar asrama selama pelatihan berlangsung. Sebagai subjek penelitian ini adalah peserta Pelatihan Recurrent Baggage Towing Traktor Operator pada tahun 2002. Penelitian ini membandingkan hasil belajar dua kelompok yaitu kelompk pertama hasil belajar peserta pelatihan yang berdomisili diasrama yang memperoleh kemudahan dalam proses belajar, kelompok kedua peserta pelatihan berdomisili di luar asrama. Hasil belajar yang dianalisa adalah aspek teori , aspek safety & regulation dan aspek praktek. Hasil penelitian menndapatkan data hasil belajar peserta pelatihan yang berdomisili di asrama pada aspek teori rata-rata 79,5 aspek safety & regulation 80,4 dan aspek praktek 78,6 dan hasil belajar peserta pelatihan yang bedomisili diluar asrama paa aspek teori rata-rata 75,aspek safety & regulation 76,6 dan aspek praktek 78,2. data tersebut menunjukan bahwa ada pebedaan rata- rata hasil belajar peserta pelatihan antara berdomisili di asrama dengan hasil belajar di luar asrama, pada aspek teori dan safety & regulation sedang pada aspek rata-rata hasil belajar relative sama. Hasil perhitungan uji-t pada hasil belajar aspek teori (kognitif) yaitu t hitung 3,75lebih besar dari t table I,68. hal ini menunjukan bahwa hasil lebih baik bila dibandingkan dengan hasil belajar yang berdomisili di luar asrama. Artinya hipotesis penelitian diterima Hasil uji- t pada aspek safety ®ulation (afektif) t hitung 4,22 lebih besar dari t table 1,68. hal in menunjukkkan bahwa hasil belajar peserta pelatihan yang berdomisili di asrama selama pelatihan lebih baik bila dibandingkan dengan hasil belajar yang berdomisili di luar asrama. Artinya hipotesis penelitian diterima. Hasil uji-t pada aspek praktek (psikomotor) t hitung 0,80 lebih kecil dari t table 1,68. Hal ini .Menunjukan bahwa hasil belajar peserta pelatihan yang sama berdomisili diasrama selama pelatihan tidak ada perbedaan bila dibandingkan dangan hasil belajar yang berdomisili di luar asrama. Artinya hipotesis penelitian ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas penulis menyarankan supaya fasilitas pembelajaran diasrama ditingkatkan terutama pada aspek praktek (psikomotor) dengan menciptakan pusat sumber belajar yang dapat dipergunakan oleh setiap penghuni asrama Jonpiter Tambun12150013882003
Pelaksanaan pelatihan Recurrent Requalification tentang profesionalisme atas pelayanan penumpang garuda Indonesia (survey pendapat peserta)Pelaksanaan pelatihan Recurrent Requalification tentang profesionalisme atas pelayanan penumpang garuda Indonesia (survey pendapat peserta). Skripsi Jakarta : Fakultas Flmu Fendidikan, Fniversitas Negri Jakarata, 2006.Marsono12150013902006
Kualitas Soal Tes Pelatihan Boeing 737 Electrical Avionics Diklat Teknik Garuda Aviation Training dan Education Sikap Mental Karyawan Garuda Aviation Training and Education setelah mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan ESQ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahfui bagaimana sikap mental karyawan Garuda Aviation Training and Education , setelah mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan ESQ, melalui pengukuran beberapa aspek, yaitu Penjernihan Emosi (Zero Mind Process), Membangun Mental (Mental Building), Ketangguhan Pribadi (Personal Strength) dan Ketangguhan Sosial (Social Strength). Penelitian ini dilaksanakan di Garuda Aviation Training and Education, Jl. Duri Kosambi Cengkareng, Jakarta Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui angket sebanyak 20 responden karyawan Garuda Aviation Training and Education yang telah mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan ESQ, diambil secara acak. Data yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk persentasi dan dianalisa secara naratif. Hasil dari penelitian menyimpulkan tingkat pencapaian 83% yang berarti rata-rata karyawan Garuda Aviation Training and Education mempunyai sikap mental yang baik berlandaskan nilai-nilai universal (ESQ). Implikasi dari penelitian ini adalah dengan adanya Program Pendidikan dan Pelatihan ESQ, maka karyawan Garuda Aviation Training and Education mempunyai sikap mental yang dapat mendukung peningkatan kinerja melalui berpikir Penjernihan Emosi (Zero Mind Process), Membangun Mental (Mental Building), Ketangguhan Pribadi (Personal Strength) dan Ketangguhan Sosial (Social Strength). Caryono12150013942004
Kesesuaian Isi Buku Matematika Kelas X dengan KurikulumDesain Sistem Perkuliahan Konstruktif untuk Membentuk Budaya Wirausaha (Sebuah Prototipe Desain Pembelajaran di Universitas Negeri Jakarta). Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Jakarta, Desenber 2005. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah prototipe desain pembelajaran yang dapat membentuk budaya wirausaha. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran yang paling sesuai untuk membentuk budaya wirausaha adalah desain sistem perkuliahan konstruktif. Prosedur pengumpulan dan analisa data dalam developmental researh ini adalah penyajian deskriptif dan analisa data kualitatif. Jadi, penggunaan pendekatan metode kualitatif dalam penelitian ini sebatas teknik analisa data. Desain Sistem Perkuliahan Konstruktif (DSPK) yang dihasilkan dalam penelitian ini terdiri atas 11 elemen yaitu : aktivasi, eksplorasi, pengelompokkan, situasi, penghubung, pertanyaan, permasalahan, sinektik, pameran, refleksi dan proyek. Siti Fitrina Ishak12150016692005
Uji Keterbacaan Buku PelajaranMelihat proses pembelajaran sebagai suatu proses komunikasi salah satunya dengan menggunakan media buku pelajaran, penelitian ini mengangkat masalah tentang tingkat keterbacaan buku pelajaran Kimia yang digunakan di Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) 47 Jakarta Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana tingkat keterbacaan buku yang secara rinci dilihat dari skor pemahaman siswa, tingkat keterbacaan, dan faktor bahasa dalam hal ini verbal, yang menyebabkan kesulitan siswa dalam memahami isi buku. Obyek penelitian ini adalah buku Kimia 2000 1B untuk kelas I semester 2 yang ditulis oleh Michael Purba dan diterbitkan oleh Erlangga. Sampel yang diambil berupa tiga buah wacana yang dipilih dari buku tersebut. Instrumen yang digunakan berupa Cloze Test. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui pemberian Cloze Test. Cloze Test diberikan kepada 40 orang siswa kelas I SMUN 47 sebagai responden yang menggunakan buku tersebut. Hasil penelitian menunjukkan skor pemahaman siswa terhadap buku pelajaran kimia ini berada pada kategori sedang. Tingkat keterbacaan buku ini juga dinilai sedang, dalam arti siswa memerlukan bantuan untuk memahami buku tersebut dengan baik. Faktor yang mempengaruhi keterbacaan merujuk pada faktor bahasa verbal, antara lain pemilihan dan penggunaan istilah dan kata pada konteks kalimat pada bacaan yang mungkin kurang sesuai bagi siswa. Secara umum buku KIMIA 2000 1B ini memiliki tingkat keterbacaan yang sedang, dalam arti siswa memerlukan bantuan dalam pemahamannya. Penilaian tersebut didasarkan pada skor pemahaman siswa, tingkat keterbacaan, dan faktor bahasa verbal yang mempengaruhi keterbacaan buku tersebut. Penelitian ini antara lain menyarankan kepada pihak sekolah dan penulis buku pelajaran. Penulis buku pelajaran hendaknya mulai memperhatikan dengan serius penulisan buku pelajaran terutama aspek penulisan naskah pelajaran. Penulisan naskah pelajaran ini antara lain perlu memperhatikan faktor keterbacaan. Salah satunya adalah faktor keterbacaan bahasa yang digunakan agar disesuaikan dengan sasaran pembaca antara lain berdasarkan perkembangan dan tingkat pendidikannya. Sedangkan untuk pihak sekolah sebaiknya dapat memilih dengan baik buku-buku pelajaran berkualitas yang sesuai dengan anak didik, salah satunya dengan memperhatikan tingkat keterbacaannya, karena buku pelajaran dengan tingkat keterbacaan yang baik dapat membantu siswa untuk lebih cepat memahami pelajaran, sehingga diharapkan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Mira Maulia12150016722004
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Semester IPengembangan Lembar Kerja Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Semester I. Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta: Maret 2006. Penelitian ini menggunakan metode Developmental Research. Metode penelitian ini digunakan karena memiliki tujuan dalam mengadakan percobaan, perkembangan dan penyempurnaan suatu mobil. Penelitian ini adalah mengembangkan suatu produk. Model pengembangan yang digunakan adalah Model Pengembangan yang dikembangkan oleh Baker dan Schultz. Model Pengembangan ini memiliki tahapan sebagai berikut: (1) Perumusan, (2) Spesifikasi Langkah, (3) Uji coba soal, (4) Pengembangan produk, (5) Uji coba produk, (6) perbaikan produk, (7) Analisis pemanfaatan. Setiap tahap terdiri dari beberapa langkah. Uji coba produk ini dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif yang melalui tahapan sebagai berikut: (1) experts review, (2) one to one, (3) small group, (4) field test. Setiap tahapan yang telah dilalui harus diadakan revisi dan perbaikan terhadap produk. Uji coba yang dilakukan pada penelitian ini dilakukan sampai pada tahap small group. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) Matematika Angka untuk Kelas IV Sekolah Dasar Semester I menurut ahli media mendapat rata-rata skor 3,8 yang berarti baik, menurut ahli pembelajaran memperoleh rat-rata skor 4,5 yang berarti sangat baik, menurut ahli materi memperoleh rat-rata skor 3,4 yang berarti sangat baik, menurut guru memperoleh rata-rata 4,4 yang berarti sangat baik. Sedangkan menurut para siswa , pada tahapan one to one memperoleh rata-rata skor 1,8 yang berarti sangat baik. Nike Kusumawaty12150113242005
Penyelenggaraan Pelatihan Microsoft WordTujuan yang ingin dicapai dengan melakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiris mengenai penyelenggaraan pelatihan Microsoft Word ditinjau dari pendapat peserta pelatihan komputer pada Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Cipinang Cempedak Jakarta Timur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penyelenggaraan pelatihan Microsoft Word ditinjau dari pendapat peserta pelatihan, yang dinilai dari komponen-komponen pelatihan serta proses pelatihan yang diselenggarakan oleh Dewan Kelurahan Cipinang Cempedak Jakarta Timur. Untuk mengetahui bagaimana pendapat peserta mengenai pelatihan Microsoft Word, maka data diambil dari instrumen angket yang dibagikan kepada peserta pelatihan. Angket berjumlah 25 butir pernyataan mengenai penyelenggaraan pelatihan Microsoft Word yang mencakup komponen-komponen pelatihan dan proses pelatihan Microsoft Word. Dari deskripsi dan pembahasan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu hasil pelatihan yang diperoleh peserta memiliki kategori cukup dengan prosentase pencapaian rata-rata sebesar 74,2, sedangkan pendapat peserta mengenai pelatihan Microsoft Word dilihat dari komponen pelatihan berkategori baik dengan prosentase pencapaian rata-rata 93,3 %, sedangkan dilihat dari proses pelatihan memiliki kategori baik dengan prosentase pencapaian rata-rata sebesar 94,2 %. Berdasarkan hasil penelitian, maka untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi disarankan peserta melakukan banyak latihan diluar lembaga pelatihan serta bagi penyelenggara agar lebih selektif dalam memilih mitra kerjasama sebagai pelakasana pelatihan Anisah12150016812005
Survai Pendapat Siswa tentang Dampak Sinetron Remaja berlatar Sekolah Terhadap Perilaku Remaja di SMA Negeri 82 Kebayoran Baru Jakarta SelatanPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pendapat siswa tentang dampak sinetron remaja berlatar sekolah terhadap perilaku di SMAN 82 Kebayoran Baru. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survey. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan instrument berupa angket. Data dari angket dianalisi dengan menggunakan tehnik persentase.hasil analisi data penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berpendapat sinetron remaja berlatar sekolah cenderung berdampak positif terhadap perilaku remaja dalam membentuk opini dan kepercayaaan dengan baik.Yusrizal12150016822005
Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Citra Alam CiganjurPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan kurikulum pendidikan karakter. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Citra Alam Ciganjur pada bulan Desember 2004Endang Setiowati12150016842004
Kecendrungan Praktek Program Pengalaman Lapangan MahasiswaKecenderungan Praktek Program Pengalaman Lapangan Mahasiswa ( Analisis Isi Laporan PPL Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004). Skripsi, Jakarta : Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 2005.Ipak12150016902005
Survei Pendapat Siswa Tentang Dampak Sinetron Remaja berlatar Sekolah terhadap Perilaku remaja di SMAN 82 Kebayoran Baru, Jakarta SelatanPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pendapat siswa tentang dampak sinetron remaja berlatar sekolah terhadap perilaku remaja di SMAN 82 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dampak inetron remaja terhadap perilaku dapat berdampak positif dan negatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survei. Survei dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pedapat atau tanggapan mengenai perilaku remaja sebagai dampak dari sinetron remaja berlatar sekolah. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa angket. Sebelum disebarkan kepada responden, angket diujicobakan dahulu untuk mengukur validitas instrumen ini. Data hasil angket dianalisis dengan menggnakan teknik presentase. Yus Rizal12150100472006
Pembelajaran matematika dengan metode kumonPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pembelajaran yang dilakukan di kursus Matematika dengan metode Kumon. Penelitian ini meliputi proses pembelajaran, penggunaan peralatan belajar, dan hasil evaluasi setelah mengikuti kursus Kumon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti sebagai instrumen penelitian. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penelitian ini yang merupakan penelitian studi kasus dengan populasi yang kecil, yaitu 7 siswa Kumon Level A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran metode Kumon merujuk pada teori pembelajaran mastery learning. Hasil belajar Matematika Kumon belum dapat dikatakan meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sebaiknya masyarakat lebih cerdas lagi dalam memilih tempat kursus Matematika dalam upaya meningkatkan hasil belajar Matematika siswa di sekolah Fatmawati12159804732005
Pengaruh Pengguanaan Media Sederhana Dalam Pembelajaran Sains terhadap hasil Belajar Siswa Kelas V di SDN Cipete Selalatan 01 PagiPenelitian dilakukan pada tahun pelajaran 2005-2006. Sampel dalam penelitian ini adalah populasi atau sensus. Pengumpulan data menggunakan instrumen berbentuk Pilihan Ganda (Multiple Choice) dengan satu jawaban yang benar di antara empat jawaban alternatif. Untuk menguji validitas instrumen dalam penelitian ini, dibuktikan melalui uji statistik validitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar menggunakan media sederhana terhadap mata pelajaran Sains bagi siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Cipete Selatan 01 Pagi mempunyai pengaruh yang signifikan. Uji statistik pre-test diperoleh nilai rata-rata = 55,41, median 56,00, modus 64,00, dan simpangan baku = 14,91. Sedangkan hasil post-test mencapai nilai rata-rata 69,88, median 64,00, modus 72, dan simpangan baku 13,26. Berdasarkan hasil perhitungan perbedaan rata-rata antara variabel terikat post-test terhadap variabel terikat pre-test dari hasil belajar kelompok eksperimen diperoleh harga thitung = 840,49. Bila dibandingkan dengan harga ttabel = 1,70 pada tingkat kepercayaan 95% thitung > ttabel, maka hipotesis nol (H0) ditolak atau dapat pula dikatakan bahwa perlakuan yang diberikan pada penelitian ini dinilai efektif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media sederhana terhadap hasil belajar mata pelajaran Sains bagi siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Cipete Selatan 01 Pagi, Kecamatan Cilandak, Kotamadya Jakarta Selatan Dedi Suryadi12150370182006
Pengemabangan Program Video Pembelajaran FutsalPengemabangan ini bertunujuan untuk memberikan gamabaran yang menyeluruh dan mendetail mengenai bagaimana proses mengembangkan suatu program video pembelajaran futsal yang dikhusukan kepada siswa SMA yang tergabung dalam ekstrakurikuler futsal. Dilihat dari tujuannya unutk menghasilkan atau mengembang suatu produk, penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian pengembangan dan merupakan karya inovatif dalam bidang pendidikan Indonesia. Metode yang diapaki dalam penegmabangn ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang berfokus produk pada pengembangan produk milik Baker Scultz. Langkah-langkah yang dipakai dalam model ini yang pertama ialah perumusan, spesifikasi langkah, uji coba soal, pengembangan produk dan revisi produk dan analisis pemanfataan. Wishnu Sasongko12150100782007
Pengaruh pemanfaatan Komputer Assisted Instruction( CAI) terhadap hasil belajar : Suatu Meta analasisAchmad Sopian02006
Evaluasi Terdapat Instrumen Evaluasi Hasil Belajar pada Recurrent Emergency Procedure Training di PT Garuda IndonesiaUjang Rustandi12150013852004
Pengembangan Paket Program Pelatihan Kepemimpinan (Leadership Training) di Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala)pengembangan praktek program pelatihan Kepemimpinandi keluarga mahasiswa (KUMALA). Skripsi, Jakarta: Fakultas ilmu pendidikan Universitas Negeri Jakarta. 2006 Skripsi ini merupakan laporan program pengembangan paket program pelatihan kepemimpinan (suatu pelatihan kepemimpinan untuk keluarga mahsisawa Lebak (KUMALA) di kabupaten lebak banten Kegiatan pengembangan tersebut diatas bertujuana untuk menghasilakan paket program pelatihan kepemimpinan untuk calon anggota organisasi keluarga Mahasiswa Lebak. Pelatihantersebut dilakukan dua tahun sekali ( satu periode kepemimpinan). Paket program pelaatihan kepemimpinan yang dikembangkan meliputi disain pelatihan,bahan ajar, media penyajian bahan ajar dan alat evaluasi. Sebelumnya KUMALA belum menggunakan pedoman tertulis. Pengembangan ini dimaksudkan agar pelatihannya yang dilaksanakan lebih terarah dan memperlihatkan kaitan antara pelatihan satu dengan pelatihan berikutnya. Dengan demikian skripsi ini berupa langkah – langkah pengembangan dan hasil uji coba angket program pelatihan tersebut. Hasil pra ujicoba lapangan paket program pelatihana kepemimpinan keluarga mahasiswa lebak menunjukan skor 3, 16 dalam skala 4 maka desain pelatihan dikatakan baik. Sedangkan hasil ujicoba lapangan paket program pelatihan kepemimpinan terjadi prubahan skor dari rata – rata skor postest 7, 73 atau mengalami peningkatan 2,53. selanjutnya hasil wawancara dengan peserta pelatihan dapat dikatakan aspek afektif dari pelaksanaan program ini cukup baik. Wandi12150102202006
Efektifitas Pelaksanaan Diklat Kepala Sekolah SMA pada Pusdiklat Jabatan Fungsional Departement dalam NegeriLismauly02005
Pendapat Siswa Tentang Penerapan Penilaian Portopolio Sebagai Upaya Mengembangkan Kecerdasan Linguistik di SMA Martia Bhakti BekasiPenggunaan sempoa sebagai media pembelajaran pada pelajaran matematika kelas II sekolah dasar mutiara 17 agustus di bekasi jawa barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik/langkah,manfaat dan kesulitan penggunaan sempoa sebagai media pembelajaran pada pelajran Matematika kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini bersifat deskriptif,yaitu mengambarkan kata-kata kondisi yang ada dalam suatu situasi.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survai. Untuk memberikan informasi tentang variable,sebagai pengumpul data yang diperoleh observasi,wawancara dan tes. Instrumen penelitian dari lembar observasi yang terdiri dari 10 butir kegiatan belajar memakai sempoa,pedoman wawancara berisi pertanyaan-pertanyaan dan tes soal yang terdiri dari 30 item.sebelum digunakan,instrument diujicobakan pada 34 siswa yang tidak menjadi bagian dari populasi penelitian. Penelitian menyimpulakan bahwa langkah/teknik penggunaan sempoa kelas II Sekolah Dasar Mutiara 17b Agustus di Bekasi Jawa Barat, adalah mempersiapkan anak mulai berhitung, tempatkan sempoa di atas meja,mengeset sempoa dalam keadaan nol,menggunakan ibu jari untuk menaikkan manic-manik bawah.dari hasil perhitungan deskripsi data,bahwa langkah-langkah penggunaan sempoa tersebut secara keselurahan menyatakn sempoa yang digunakan rata-rata bernilai 8,63. Nilai tengah sebesar 90 dan nilai yang paling banyak muncul adalh 100. Haisl nilai tersebut didapat dengan siswa melakukan langkah-langkah penggunaan sempoa secara keseluruhan sudah baik. Manfaat yang diperoleh dengan menggunakan sempoa secar konkrit, antara lain mampu berhitung secra luar biasa,mempermudah dalam mempelajarai matematika dan ilmun pengetahuan yang alin,mengoptimalkan kinerja otak,meningkatkan konsentrasi berpikir.kesulitan penggunaan sempoa adalah sisw aharus menghafal rumusatau kaidah sahabta kecil dan besar,sulit menghafal letak manic-manik sempoa dan sulit memodifikasi menggabungkan rumus sahabta kecil dan besar. Mulyani12150187672005
Pengaruh Penggunaan Media Belajar Berbantuan Komputer (BBK) pada Mata Pelajaran IPA Kelas III dengan Hasil Belajar di Sekolah Dasar Negeri Babelan Kota 01 BekasiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media belajar berbantuan komputer (BBK) pada hasil belajar di sekolah dasar Negeri Babelan Kota 01 desa Babelan kota Babelan Kabupaten Bekasi, Metode yang digunakan yaitu EksperimenSiti Djuwariyah12150110442004
Penggunaan Metode Sosiodrama Pada Pelajaran SejarahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik tentang pendapat siswa dalam penggunaan metode sosiodrama pada pelajaran sejarah, penelitian ini akan digunakan untuk memberikan masukan kepada Guru dan Kepala Sekolah dalam pemanfaatan metode sosiodrama pada pembelajaran sejarah, selain metode pembelajaran yang lainnya. Penelitian ini dilakukan di SDN Bintaro 05 Pagi, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada semester II tahun pelajaran 2003 - 2004. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VI sebanyak 40 orang. Dalam hal ini tidak dilakukan pengambilan sampel secara khusus namun seluruh siswa dijadikan sampel (sensus). Untuk mengetahui pendapat siswa tentang penggunaan metode sosiodrama pada pelajaran sejarah tersebut, siswa diberikan sejumlah pertanyaan dalam bentuk angket sebanyak 30 butir pernyataan, dengan variasi pendapat sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Tehnik pengolahan data dengan menggunakan tehnik prosentase, data yang diperoleh dideskripsikan untuk mendapatkan kesimpulan. Uji validitas instrumen dengan menggunakan uji validitas konstruk, dapat diartikan sebagai proses pengukuran suatu instrumen untuk mengukur suatu konsep yang dijadikan patokan pengukuran. Uji validitas instrumen dilakukan oleh para ahli melalui uji keterbacaan dan kebahasaan instrumen, yang disesuaikan dengan kebahasaan siswa kelas VI Sekolah Dasar. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah siswa sangat setuju dengan penggunaan metode sosiodrama pada pelajaran sejarah. Dengan demikian, disarankan kepada para guru untuk sering menggunakan metode sosiodrama pada pelajaran sejarah, dan hendaknya kepada pihak sekolah selalu memotivasi guru dalam menggunakan metode sosidrama pada pembelajaran sejarah selain metode pembelajaran yang lain. Agus Priyanto12150110512004
Evaluasi Pelatihan Kearsipan Elektronik di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Departemen Kesehatan RI Tahun 2002Evaluasi Pelatihan Kearsipan Elektronik di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Skripsi Program Sarjana, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Negri Jakarta 2004. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan ketrampilan tenaga yang dimiliki, serta pendapat tenaga kearsipan, setelah mengikuti pelatihan kearsipan lektronik di Pusdiklat Kesehatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa jauh pengetahuan dan ketrampilan tenaga kearsipan, serta pendapat mereka tentang pelatihan kearsipan elektronik di Pusdiklat Kesehatan. Tujuan dari pelatihan kearsipan elektronik adalah agar peserta mampu melaksanakan tata kearsipan yang dinamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan responden yang akan diteliti sebanyak 19 orang. Data dikumpulkan dengan melakukan tes pengetahuan tentang kearsipan elektronik yang meliputi aspek pengenalan, pemahaman dan aplikasi. Untuk mengetahui sejauh mana ketrampilan tenaga kearsipan, dilakukan pengamatan terhadap pelaksanaan tata kearsipan yang dilakukan dengan menggunakan pedoman pengamatan. Sedangkan untuk mengetahui pendapat tenaga kearsipan tentang pelatihan kearsipan elektronik, diberikan kuesioner yang diisi oleh para tenaga kearsipan. Data yang diperoleh kemudian dideskripsikan dengan menggunakan tabel yang menggambarkan presentase tingkat pencapaian dari hasil tes, pengamatan dan kuesioner. Selanjutnya dilakukan pembahasan terhadap data yang telah dideskripsikan yang merupakan hasil penelitian berdasarkan temuan di lapangan. Dari deskrpsi dan pembahasan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu pengetahuan tenaga kearsipan, berkategori baik, dengan presentasi rata-rata pencapaian hasil tes pengetahuan 75%, ketrampilan tenaga kearsipan berkategori baik, dengan presentase pencapaian hasil pengamatan terhadap pelaksanaan tata kearsipan, 85,57%. Sedangkan pendapat tenaga kearsipan mengenai pelatihan kearsipan elektronik yang dilakukan di Pusdiklat Kesehatan RI, berkategori baik dengan persentase pencapaian 81,7%. Pepen Syuradi12150110522004
Survei Pelaksanaan Program Bimbingan Belajar PPLS (Program Persiapan Langsung SPMB) 3 SMU IPS di BKB Nurul Fikri CiracasSurvey Pelaksanaan Program Bimbingan Belajar PPLS (Program Persiapan Langsung SPMB) 3 SMU IPS di BKB Nurul Fikri Ciracas. Skripsi. Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negri Jakarta, Januari 2004. Penelitian ini berlanjutan untuk mengumpulkan informasi dan fakta mengenai pelaksanaan program bimbingan belajar PPLS 3 SMU IPS di BKB Nurul Fikri Ciracas. Aspek pelaksanaan yang dilihat dalam penelitian ini meliputi, kesesuaian jadual pelaksanaan dengan rencana, mekanisme pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, pemanfaatan fasilitas dan bahan penunjang dan hambatan-hambatan yang muncul dalam pelaksanaan. Subyek penelitian ini adalah siswa yan dujadukan sampel dai populasi 25 orang siswa, dan para pengajar sebanyak 7 orang. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kasus. Instrument yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kasus. Instrument yang digunakan untuk menjaring data mengenai pelaksanaan program bimbel di lakukan dengan menyebarkan angket kepada siswa dan guru, wawancara yang dilakukan kepada kepala program pendidikan BKB Nurul Fikri, serta lembar pengamatan. Uji validitas menggunakan validitas logis di lakukan dengan memecahkan variable menjadi sub variable dan indicator kemudian di buatkan pertanyaannya. Lalu instrument di ujicobakan kepada 6 orang siswa secara acak, sehingga didapat validitas empiris. Setelah di lakukan uji coba terhadap 6 orang siswa di peroleh 32 butir soal yang valid dari 54 butir soal yang diujicobakan, uji realibilitas menggunakan realibilitas alpha yang diperoleh hasilnya sebesar 0,987. Fauzi12150101252004
Peran Strategi Kendali Komunikasi Antarpribadi dan Gaya Persuasi dalam Proses PembelajaranJoko Widodo02005
Desain Sistem Perkuliahan Konstruktif untuk Membentuk Budaya WirausahaDesain Sistem Perkuliahan Konstruktif untuk Membentuk Budaya Wirausaha (Sebuah Prototipe Desain Pembelajaran di Universitas Negeri Jakarta). Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Jakarta, Desenber 2005. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah prototipe desain pembelajaran yang dapat membentuk budaya wirausaha. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran yang paling sesuai untuk membentuk budaya wirausaha adalah desain sistem perkuliahan konstruktif. Prosedur pengumpulan dan analisa data dalam developmental researh ini adalah penyajian deskriptif dan analisa data kualitatif. Jadi, penggunaan pendekatan metode kualitatif dalam penelitian ini sebatas teknik analisa data. Desain Sistem Perkuliahan Konstruktif (DSPK) yang dihasilkan dalam penelitian ini terdiri atas 11 elemen yaitu : aktivasi, eksplorasi, pengelompokkan, situasi, penghubung, pertanyaan, permasalahan, sinektik, pameran, refleksi dan proyek. Heti Novela12150016692005
Mutu Bahan Ajar Cetak Kejar Paket B Bidang Studi Biologi Ditinjau dari Aspek GrafikaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu buku paket warga belajar program paket B bidang studi biologi yang diterbitkan oleh Dirjen Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas ditinjau dari segi grafika. Penelitian dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Jatinegara, Cipinang Besar, Jakarta Timur. Teknik Pengumpulan data yang digunakan terdiri dari dua macam teknik, yaitu melakukan pengamatan terhadap buku dan melakukan wawancara kepada ahli grafik dan wawancara kepada siswa PKBM Jatinegara selaku pengguna buku tersebut.Selfa Amalia Rahmah12150113292005
Proses Pembelajaran Sentra Bermain Peran di Taman Kanak-Kanak Islam Fitrah Al-Fikri DepokTujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran mengenai proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran sentra. Sentra yang akan di teliti adalah sentra bermain peran TKIF Al-Fikri yang mencakup perencanaan, pelaksanaan pembelajaranSiwi Puji Astuti12150113312005
Pengembangan Program Simulasi Berbasis Komputer untuk Pembelajaran Sofware Internet ExplorerPenelitian pengembangan ini diselenggarakan untuk menghasilkan untuk menghasilkan produk sebuah media pembelajaran berupa program simulasi berbasis computer dengan materi software internet exploler yang dapat digunakan oleh siswa SMP kelas 9 pada mata pembelajaran Teknoogi Informasi dan Komunikasi. Pengembangan program simulasi berbasis computer ini dilakukan dengan menggunakan model pengembangan J. Moonen sebagai acuan pendekatan sistematisnya. Alur pengembangannya terdiri dari langkah-langkah : 1. Analisis 2. Desain 3. pengembangan Kukuh Basuki12150113532005
Buku Materi Pelatihan “Program Profesi Awak Kabin” sebagai Media Pembelajaran di Diklat Awak Kabin Garuda aviation Training and EducationBuku Materi Pelatihan “Program Profesi Awak Kabin” sebagai Media Pembelajaran di Diklat Awak Kabin Garuda Aviation Training and Education. Penelitian ini bertujuan untuk mengikuti bagaiman kualitas buku materi pelatihan “Program Profesi Awak Kabin” sebagai media pembelajaran di Diklat Awak kabin Garuda A T E. Penelitian ini dilaksanakan di diklat awak kabin Garuda Aviation Training and Education dengan mengambil data dari siswa Program Profesi Awak Kabin yang berjumlah 31 orang dan 3 training expert. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui survey dengan menyebarkan angket penelitian sebagai instrumen untuk menjaring data yang diperlukan. Data yang didapat melalui angket dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif yang dijabarkan dalam tabel persentasi. Dalam penelitian ini kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin yang digunakan sebagai media pembelajaran dapat dilihat melalui 4 aspek yang meliputi aspek materi, aspek metodologi (metode penyampaian), aspek kebahasaan, dan aspek grafika. Instrumen disusun, diuji coba keterbacaannya dan hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin dari aspek materi pembelajaran sudah termasuk baik. Hal tersebut dapat dilihat dari keluasan dan kedalaman materi yang yang di sajikan dengan jelas. Kebenaran materi telah sesuai dengan tugas bidang pekerjaan materi yang penting dalam konsep, sub konsep sudah terlihat sesuai dengan kurikulum. Kemudian hasil penelitian kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin dari aspek metode penyajian isi sudah termasuk baik. Namun, terdapat yang disajikan tidak menarik untuk dibacanya. Selanjutnya hasil penelitian kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin dari aspek grafika sudah termasuk baik. Ilustrasi yang disjikan tampak tersaji dengan jelas. Format atau tata letak yang ditampilkan sudah baik. Ukuran huruf dan bentuk huruf sudah memudahkan siswa untuk membacanya. Sampul buku sudah dapat melindungi buku, sedikit menimbulkan daya tarik kurang memperlihatkan identitas buku. Dengan demikian kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin sebagai media pembelajran di Diklat Awak Kabin Garuda Aviation Training and Education dapat dikategorikan baik kualitasnya. Sunardi12159901042004
Strategi Pembelajaran Matematika Meningkatkan Prestasi Siswa di Sekolah Dasar Negeri Kemayoran 01 Jakarta Pusat. Stretegi pembelajaran matematika untuk meningkatkan prestasi siwa di SD N kemayoran 01, Jakarta pusat. Skripsi, Jakarta ; jurursan teknologi pendidikan, fakultas nilmu pendidikan, universitas negeri Jakarta, januari 2005Wempi12150130562005
Efektifitas Pelaksanaan Pembelajaran Program Learning By Visiting di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Al Manshuriyyah Tambun BekasiNurma Damayanty02004
Proses Pembelajaran Tata Layanan Course By Course melalui Media Mock UpProses Pembelajaran Tata Layanan Courses by Course Melaluui media Mock Up ( survey pada pelatihan Up Grading senior awak kabin di Pusdiklat PT. Garuda Indonesia) Skripsi, Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negri Jakarta, 2004. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiric mengenai proses pembelajaran tata layanan course by course melalui media muck up siswa awak kabin up grading senior PT. Garuda Indonesia. Penelitian dilaksanakan di Garuda Aviation Training and Educaction denag mengambil sampel peserta pelatihan awak kabin up grading senior berjumlah 20 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang pelaksanaannya dilakukan melalui survai dengan menyebarkan angket penelitian sebagai instrumen untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Data yang didapatkan melalui angket dianalisa dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif yang dijabarkan dalam table prosentase. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses pembelajaran tata layanan course by couse melalui media Mock up membantu para siswa dalam memahami materi pelatihan. Hal tersebut menujukkan bahwa penggunaan media mock up sebagai media tiruan dapat mengatasi hambatan komunikasi,keterbatasan fisik dalam kelas,sikap pasif para siswa serta membuka cakrawala yang lebih luas sehingga pelatiha lebih bersifat produktif. Implikasi dari pelatihan ini adalah penggunaan media mock up yang selama ini telah dipergunakan oleh pelatihan tata layanan course by course siswa up grading senior awak kabin dapat terus dipergunakan dan dipertahankanuntuk pelatihan-peatihan selanjutnya. Sarah Iridina12150113672004
Penyelenggaraan Pelatihan untuk Calon Anggota Legislatif di Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN)penyelenggaraan pelatihan untuk anggota calon legislatif di dewan pimpinan pusat amanat nasional (DPP PAN). Skripsi, Jakarta: Fakultas Ilmu pendidikan Universitas negeri jakarta 2004. Peenelitian ini bertujuan untuk melihat, menggambarkan, mendeskripsiika atau melukiskan secara sistematis mengenai situasi atau kejadian penelitian deskriptif tidak diiarahkna untuk menguju hipotesis, melainkan untuk mencari informasi dalam mengambil keputusan dan mengambil kesimpulan. Berdasrkan proses ini, sifat dan analisis datanya penelitian ini bersifat eksploratif yang bertujuan untuk mengambarkan keadaan status, dan fenomena. Penelitian ini mendeskripsikan suatu gejala nyata yang ada dilapangan, maka tidak ada intervensi dari peneliti. Dilihat dari runang lingkupnya prosedur penelitian maka penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan studi kasus, yaitu penelitian tentang staus subjek penelitian dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas Peenelitian ini dilakukan di dewan pusat partai amanat nasional DPP PAN yang beralokasi di Jalan Tebet Raya No. 53 Jakarta Selatan Kode pos 12820 pada bulan juni 2004. Responden dalam penelitian ini adalah 1 orang kepala badan perkaderan, 1 orang ketua departemen pelatihan reguler, 35 orang instruktur pelatihan dan 25 orang alumni peserta pelatihan. Instrumen penelitian yang di gunakan sebagai alat bantu penelitian adalah kuesioner atau angket, pedoman observasi dan wawancara. Pengujian validitas instrumen ini menggunakan justifikasi dari hasil penelitian 1 orang training ecpert, 1 orang ahli bahasa dan 1 orang instruktur tentang kesesuaian antara buti – butir pertanyaan dalam angket dengan indikator – indikatornya. Komposisi instrumen mengacu padaaspek – aspek yangg terdapat pada kisi – kisi instrumen Secara umum penyelenggaraan pelatihan untuk calon anggota legislatif sudah memenuhi prosedur penyelenggaraan sebuah pelatihannamun demikian masih terdapat kekurangan dalam proses pelaksanaannya. Mukti Mulyani12150190132004
Hubungan antara Persepsi Guru Tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan Motivasi mengajar Guru SMU Negeri 3 JakartaJanwar Widodo12150180762004
Profil Siswa yang Memiliki Kecerdasan Lingguistik dalam Keterampilan Berbahasa Inggrisprofil siswa yng memiliki kecerdasan linguistic dalam keterampilan berbahsa inggris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar skor kecerdasan linguistic yang dimiliki oleh siswa serta mengetahui seberpa besar skor keterampilan menulis dan berbicara dalm bahsa Inggris bagi tiga siswa yang memilki skor kecerdasan linguistic tertinggi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studin kasus. Angket kecerdasan linguistic disusun berdasarkan indicator-indikator berpikir dalam kata-kata,mengekspresikan makna dan menghargai/memaha,I makna yang kompleks. Uji validitas instrumen menggunakan rumus kolerasi SpearmanBrown dan dikolerasikan dengan harga kritik dalm table produvt moment dengan jumlah responden 23 siswa dengan r table =0,413. Setelah dilakukan uji validitas terhadap 22 butir pernyataan,didapatkan 15 butir soal yang valid atau tidak terpakai.setelah itun instrument diuji reliabilitas dengan menggunakan rumus alpha-Cronbatch. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, ketiga siswa yang memilki kecerdasan linguistic tersebut mendapat nilai diatas rata rata untuk setiap ketrampilan. Siswa S memilki sebagai siswa yang memikki skor tertinggi memiliki ketrampilan menulis dan berbicara dalm bahsa inggris yang baik. Sementara siswa F memilki ketrampilan berbicara yang menonjol dibandingkan dengan ketrampilan menulisnya. Siswa J memilki cirri seseorang yang memiilki ketrampilan kecerdasan linguistikdalm berbicara bahasa inggris. Semntara itu implikasinya adalah bahwa ketiga siswa tersebut harus lebih banyak berlatih untuk melakukan kegiatan menulis terutama dalm menulis bahsa inggris. Betsy Sahetapy12150190152004
Kualitas Video Pembelajaran Mata Pelajaran Biologi Kelas X di SMA KORPRI BekasiKUALITAS VIDEO PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X DI SMA KORPRI BEKASI. SKRIPSI. Jakarta: Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, 2007 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas video pembelajaran mata pelajaran Biologi yang dimanfaatkan oleh SMA KORPRI Bekasi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan survei. Selain itu bisa juga dikatakan sebagai penelitian evaluasi karena dapat dijadikan dasar untuk menetukan kebijakan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Angket digunakan untuk memperoleh data tentang pendapat ahli materi, ahli media dan siswa terhadap video pembelajaran. Angket diberikan kepada responden yang terdiri dari tiga orang ahli materi, 3 orang ahli media, dan 29 orang siswa. Dalam penelitian ini kualitas video pembelajaran dapat dilihat dari tiga aspek yaitu aspek isi dan tujuan, aspek pembelajaran dan aspek teknis produksi (media). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek isi dan tujuan dapat dikatakan baik menurut ahli materi dan ahli media, sedangkan menurut siswa sangat baik. Materi yang disajikan jelas, lengkap, dan mutakhir. Kemudian contohnya sudah jelas dan sesuai dengan materi. Selanjutnya dari aspek pembelajaran dapat dikatakan baik menurut ahli materi dan siswa, sedangkan menurut ahli media belum baik. Evan Sumantri12150200032007
Pengaruh Pemanfaatan Computer Assisted Instruction Terhadap Hasil Belajar : Suatu Meta AnalisisPenelitian ini bertujuan mengetahui besarnya rata-ata pengaruh CAI terhadap hasil belajat ditinjau secra keseluruhan, ditinjau dari jenjang pendidikan yang menggunakan, ditinjau dari jenis subjek yang menggunakan yang menggunakan dan ditinjau dari jenis materi pelajaran yang diberikan. Penelitian ini menggunakan kajian metaanalisis kuantitatif dari penelitian eksperimen yang membandingkan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dalam metaanalis ini menggunakan rumus glasses tahun 1981 untuk menghitung ukuran pengaruh dari perlakuan. Kesimpulan dari metaanalisis ini adalah CAI cukup efektif diguanakn untuk membantu meningkatkan hasil belajar, terutama hasil belajar siswa. Achmad Sopian12150100892006
Pembuatan Pedoman Kelas sebagai Salah Satu Penerapan Quantum Teaching di SMUN 3 JakartaPembuatan Pedoman Kelas sebagai Salah Satu Penerapan Quantum Teaching di SMUN 3 Jakarta (2008). Skripsi. Jakarta Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, 2008.Eko Ramdhananto12150206412008
Pemanfaatan Media KIT IPA untuk Kelas V dan VI di Sekolah Dasar Negeri Kec. Jakakarsa Jakarta SelatanPemanfaatan Media kit IPA untuk Kelas V dan IV Di Sekolah Dasar Negeri Se- Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Skripsi, Jakarta: Jurusan Kurikulum Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta , Juni 2005. Skripsi ini terdiri dari satu variable penelitian, yaitu pemanfaatan medmia kit IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kesimpilan empiris tentang pemannfaatan media KIT IPA untuk kelas V dan kelas IV di sekolah dasar Negeri Di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu suatu metode penelitian dimana fakta-fakta yang akan di jaring sudah terjadi, artinya peneliti tidak mengendalikan obyek penelitian. Dalam hal ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru kelas V dan VI sekolah Dasar negeri se-Kecamatan JAGAKARSA, Jakarta Selatan sebanyak 186 orang. Adapun sampel yang di ambil sebanyak 47 orang guru(25%). Berdasarkan temuan penelitian disarankan agar guru hendaknya menambah pengetahuan dan ketrampilannya dalam penggunaan media kit IPA dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai kegiatan yang di selenggarakan dalam kelompok Kerja guru (KKG) yang ada di pusat kegiatan guru yanag ada di kecamatan Jagakarsa. Tutty12150230572005
Pelaksanaan evaluasi formatif dalam pembelajaran di sekolah dasar negri keluarahan lenteng agung , kecamatan jagakarsa, Jakarta selatanPelaksanaan evaluasi formatif dalam pembelajaran di sekolah dasar negri keluarahan lenteng agung , kecamatan jagakarsa, Jakarta selatan. Skripsi, Jakarta : Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negri Jakarta, Juni 2006.Lutfi12150230742006
Pemanfaatan Media Gambar dalam Bercerita Oleh Guru di Taman Kanak-Kanak Lestari DepokPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pemanfaatan media gambar dalam bercerita oleh guru di Taman Kanak-Kanak melalui penelusuran pemanfaatan media gambar dalam bercerita dengan lima indikator, yaitu : bahan dan sumber media yang digunakan oleh guru, kesesuaian antara media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, penyampaian metode berceritera dengan menggunakan media gambar, interaksi antara guru dan siswa, serta konsentrasi siswa pada guru bercerita dengan menggunakan gambar dan pemahaman siswa, daya tangkap siswa, imajinasi siswa terhadap materi pelajaran. Penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-Kanak Lestari Depok pada bulan Mei 2006. Populasi penelitian ini merupakan seluruh guru di Taman Kanak-Kanak Lestari yang berjumlah 10 orang. Sedangkan sampel penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling, dimana sampel diambil dengan tujuan hanya guru kelas di Taman Kanak-Kanak Lestari yang berjumlah 5 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan survey, dimana teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket dan observasi kepada 5 responden guru Taman Kanak-Kanak Lestari Depok yang mengajar dengan memanfaatkan media gambar dalam kegiatan bercerita. Data yang diperoleh dideskripsikan dalam bentuk persentase dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini adalah tingkat pemanfaatan media gambar dalam bercerita oleh guru di Taman Kanak-Kanak Lestari Depok sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai yang diperoleh respondendari penyebaran angket/ kuesioner dan hasil observasi yang peneliti lakukan. Dengan demikian, peneliti memberi saran kepada semua pihak yang terkait dengan pendidikan, khususnya di jenjang Taman Kanak-Kanak untuk membiasakan menggunakan media gambar dalam mengajar mengajar, khususnya dalam mengajar dengan metode bercerita. Hj. Dwi Lestari12150370142006
Sikap Guru Terhadap Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di SMA Islam Assyafi’iyah 02Abdul Hamid12150370152006
Pengaruh Penggunaan Media Sederhana dalam Pembelajaran Sains Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri Cipete Selatan 01 PagiPenelitian ni dilakukan pada tahun ajaran 2005/2006. Sampel dalam penelitian ini adalah populasi atau sensus. Penggunaan data menggunakan instrumen berbentuk pilihan berganda, (multiple choice., Untuk menguji validits dalam penelitian ini, dibuktikan melalui uji statistik validitas instrumen Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan meia sederhana terhadap hasil belajar mata pelajaran Sains bagi siswa kelas V di SDN Cipete Selalatan 01 Pagi. Survei Pendapat Siswa Tentang Dampak Sinetron Remaja berlatar Sekolah terhadap Perilaku remaja di SMAN 82 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Dedi Suryadi12150100642006
Pengaruh penggunaan media model torso terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Pengaruh Penggunaan Media Model Torso Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA: Suatu Eksperiman di Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 1 Kecamatan Jayakerta. Skripsi. Jakarta: Program Studi Teknologi Pendidikan. Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Oktober, 2003 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media model torso terhadap hasil belajar siawa di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 1 Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang, pada semester dua tahun ajaran 2002-2003. metode penelitian ini adalah suatu eksperimen di Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 1 Kecamatan Jayakerta kelas VI semester dua dengan jumlah sample 40 siswa/i, yang kemudian dibagi dua kelas, yaitu 20 orang kelas eksperiman dan 20 orang kelas control. Instrument yang digunakan yaitu tes. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis, dengan populasi yang homogen dan bertribusi normal. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t dengan taraf signifikansi ?0,05. Dihasil perhitungan diperoleh harga t-hitung sebesar 2.98 sedangkan harga t-tabel dengan deraja kebebasan 38 dan taraf signifikansi ?0,05 adalah 1,70 ini brarti t-hitung lebih besar dari t-tabel, dengan demikian hasilnya signifikan. Dari hasil penelitian disimpulkan adanya pengaruh yang positif bagi siswa yang menggunakan media model torso pada mata pelajaran IPA, dibandingkan yang tidak menggunakan media model torso. Indra Ismail12159960272003
Survei Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Muatan Lokal di Sekolah Dasar Negeri Cipete Utara Kelurahan Cipete Utara Jakarta SelatanPelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Muatan Lokal di Sekolah Dasar Negeri Cipete Utara Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan. Skripsi : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, 2001. Kurikulum Muatan Lokal adalah Program yang mencoba memadukan bahan pelajaran dengan situasi dan keadaan setempat. Kurikulum Muatan Lokal telah ditetapkan bersamaan dengan kurikulum tahun 1994, mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekola Lanjutan. Pada Sekolah Dasar, kurikulum muatan local diberikan kepada siswa dalam rangka pengenalan dan pemahaman tentang daerah di sekitarnya. Di Jakarta sebagai kota besar, Kurikulum Muatan Lokal yang diberikan adalah Pembelajaran Bahasa Inggris, dalam bentuk pengenalan terhadap Bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Kurikulum Muatan Lokal di SDN di Cipete Utara, Jakarta Selatan. Sampel Penelitian ini adalah 4 guru dan 48 siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survey yaitu dengan menggunakan kuesioner serta melakukan observasi. Data yang diperoleh, dianalisis dengan statistic, menggunakan distribusi frekuensi dan table prosentase. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Kurikulum Muatan Lokal telah dilakukan dengan baik oleh guru-guru dan siswa. Implikasi Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru-guru dan strategi pembelajaran agar pembelajaran Bahasa Inggris tersebut dapat dilaksanaan dengan lebih baik lagi. Hasil penelitian menyarankan agar Kepala Sekolah dan guru-guru mampu mengembangkan atau meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris dan melaksanakannya sebagai Kurikulum Muatan Lokal di sekolahnya masing-masing. Eka Sri Rahayu12159510362001
Rubrik Pendidikan Surat Kabar Sebagai Sumber Belajar (Sursei Pemanfaatanya di Kalangan Dosen Mata Kuliah Dasar KependidikanRubrik Pendidikan Surat Kabar Sebagai Sumber Belajar (Sursei Pemanfaatanya di Kalangan Dosen Mata Kuliah Dasar Kependidikan Universitas Negeri Jakarta.Skripsi,Jakarta Agustus 2001. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran, sejauh mana rubrik-rubrik pendidikan di surat kabar dimanfaatkan oleh dosen-dosen Mata Kuliah asar Kependidikan (MKDK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ)dalam kegiatan perkuliahan di UNJ. Pemanfaatan yang dimaksud ialah mengintegrasikan materi materi di rubrik pendidikan surat kabar kedalam materi perkuliahan, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Populasi dari penelitian ini adalah dosen MKDK UNJ, tempat penelitian pun di Universitas Negeri Jakarta, berkisar antara April sampai Juni 2001. Penelitian ini menggunakan model deskriptif atau penggambaran, dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Dari jumlah populasi sebanyak 52 orang, peneliti mengambil sebanyak 16 orang sampel, dengan mengambil jumlah 20% dari setiap sub populasi. Guna memperoleh data, peneliti menggunakan angket atau kuisioner, berisi sejumlah pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa hamper 80%, dosen MKDK UNJ memanfaatkan berita-berita, artikel dan berbagai informasi kependidikan pemanfaatan yang dilakukan oleh dosen-dosen MKDK UNJ ialah menjadikan materi-materi di rubric pendidikan surat kabar sebagai referensi perkuliahan, bahan diskusi dan tambahan informasi. Ahmad Mudzakir12159610612001
Efektifitas Strategi Belajar Mengajar di Rumah Singgah (Studi Kasus di Rumah Singgah Kampus Diakonia Modern, Kebon SirihEfektifitas Strategi Belajar Mengajar di Rumah Singgah (Studi Kasus di Rumah Singgah Kampus Diakonia Modern, Kebon Sirih, Jakarta Pusat). Skripsi. Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Februari 2001. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas strategi belajar mengajar yang diterapkan pada eks anak-anak jalanan untuk dapat memberikan kesempatan belajar dan merubah perilaku negative mereka. Subyek penelitian ialah seluruh siswa yang ada di rumah singgah tersebut yang berjumlah kurang lebih 9 orang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode studio kasus dan teknik pengumpulan data adalah survey dengan menggunakan angket tertutup dan lembar observasi. Angket yang digunakan terlebih dahulu di uji validitasnya. Uji validitas menggunakan validitas konstuk dengan berdasarkan penilian tiga orang ahli sedangkan dalam hal reliabilitas menggunakan uji keterbacaan. Dari hasil uji validitas diperoleh 7 butir dari 51 butir yang dinilai kurang sesuai engan konsep. Penelitian ini merupakan kombinasi antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik prosentase kemudian dicari rata-ratanya. Dari hasil pengolahan data pada aspek perkembangan perilaku berdasarkan penilaian siswa dinilai cukup baik, sedangkan berdasarkan penilain staff adalah baik. Berdasarkan nilai yang diberikan pada observasi aspek strategi belajar mengajar secara keseluruhan dapat dinilai efektif. Sementara pada hasil catatan lapangan dapat dilihat rangkaian kegiatan belajar mengajar dirumah singgah tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi belajar mengajar yang diterapkan di Rumah Singgah Kampus Diakonia Modern Kbon sirih efektif untuk merubah perilaku mantan anak jalanan menjadi lebih baik. Rislandiasih12159560122001
Pengaruh Metode Sempoa Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar (Studi kasus di Yayasan Aritmatika Cabang Perhubungan Jakarta Timur)Rubrik Pendidikan Surat Kabar Sebagai Sumber Belajar (Sursei Pemanfaatanya di Kalangan Dosen Mata Kuliah Dasar Kependidikan Universitas Negeri Jakarta.Skripsi,Jakarta Agustus 2001. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran, sejauh mana rubrik-rubrik pendidikan di surat kabar dimanfaatkan oleh dosen-dosen Mata Kuliah asar Kependidikan (MKDK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ)dalam kegiatan perkuliahan di UNJ. Pemanfaatan yang dimaksud ialah mengintegrasikan materi materi di rubrik pendidikan surat kabar kedalam materi perkuliahan, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Populasi dari penelitian ini adalah dosen MKDK UNJ, tempat penelitian pun di Universitas Negeri Jakarta, berkisar antara April sampai Juni 2001. Penelitian ini menggunakan model deskriptif atau penggambaran, dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Dari jumlah populasi sebanyak 52 orang, peneliti mengambil sebanyak 16 orang sampel, dengan mengambil jumlah 20% dari setiap sub populasi. Guna memperoleh data, peneliti menggunakan angket atau kuisioner, berisi sejumlah pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa hamper 80%, dosen MKDK UNJ memanfaatkan berita-berita, artikel dan berbagai informasi kependidikan pemanfaatan yang dilakukan oleh dosen-dosen MKDK UNJ ialah menjadikan materi-materi di rubric pendidikan surat kabar sebagai referensi perkuliahan, bahan diskusi dan tambahan informasi. Ima Bahagyastuti12159610612001
Hubungan antara Gaya Belajar Auditori dengan Hasil Belajar Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta pada Mata Kuliah Listening IIHubungan antara Gaya Belajar Auditori dengan Hasil Belajar Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta pada Mata Kuliah Listening II. Skripsi, Jakarta: Program Sarjana Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri jakarta, Juli 2003. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data atau fakta yang benar tentang apakah terdapat hubungan antara gaya belajar auditori dengan hasil belajar Bahasa Inggris pada kemampuan mendengar (Listening). Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Listening II. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret 2003. Populasi penelitiian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris FBS UNJ yang mengikuti mata kuliah Listening II pada semeter ganjil tahun 2002/2003. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel bertujuan (purposive sampel), yaitu diambil atau dijaring melalui angket gaya belajar mahasiswa yang memiliki gaya belajar auditori. Berdasarkan angket gaya belajar diperoleh sampel sebanyak 20 mahasiswa yang memiliki gaya belajar dominan auditori dari 57 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan metode dokumentasi. Metode angket digunakan untuk memperoleh data mengenai gaya belajar dominan auditori (variabel X) yang dimiliki mahasiswa dan metode dokumentasi yang digunakn untuk memperoleh data mengenai hasil belajar mahasiswa (variabel Y). Angket tersebut disusun berdasarkan kisi-kisi guna memperoleh validitas kontruksi. Selain itu dilakukan uji coba instrumen berupa uji validitas dengan rumus Korelasi Tata Jenjang dan uji reliabilitas dengan rumus Alpha Cronbach. Uji validitas diperoleh r hitung = 0,84 > r tabel = 0,648 pada taraf signifikansi ? = 0,005 dan uji reliabilitas diperoleh r hitung = 0,682 > r tabel = 0,632 pada taraf signifikansi ? = 0,05. Berdasarkan klasifikasi Nurgana 0,60 ? r < 0,80 adalah tinggi. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas dapat dikatakan bahwa instrumen berupa angket gaya belajar adalah valid dan reliabel untuk mengukur variabel tersebut. Uji persyaratan data normalitas dengan menggunakan uji lilliefors menghasilkan Lo hitung data X (gaya belajar auditori) sebesar 0,0724 < L tabel = 0,632 pada taraf signifikansi ? = 0,05. Pada data Y (hasil belajar mahasiswa) menghasilkan Lo hitung 0,1207 < L tabel = 0,190. Hal ini berarti bahwa data pada variabel X dan Y berdistribusi normal. Persamaan regresi yang diperoleh adalah ? = 8,99 + 2,47X. Hasil perhitungan menunjukkanbahwa regresi berarti (F hitung = 12,52 > F tabel = 4,41) dan regresi linier (F hitung = 2,18 < F tabel = 3,07). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara gaya belajar auditori dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris FBS UNJ pada mata kuliah Listening II. Hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh r hitung = 0,64 > r tabel = 0,44 dan uji-t diperoleh t hitung = 3,531 > t tabel = 1,73 serta indeks determinasi = 40,96%. Hal ini berarti bahwa 40,96% hasil belajar mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris FBS UNJ pada mata kuliah Listening II dipengaruhi oleh gaya belajar auditori yang dimiliki mahasiswa dan 59,04% dipengaruhi oleh faktor lain. Andeta Suprayogi12159700452003
Surat Kabar Sebagai Media Komunikasi Pendidikan Politik di Masyarakat Kampus, (Survei Pemanfaatannya Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta)Surat Kabar Sebagai Media Komunikasi Pendidikan Politik di Masyarakat Kampus, (Survei Pemanfaatannya Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta). Skripsi, Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Maret 2002. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang dapat menunjukkan kecenderungan pemanfaatan surat kabar sebagai media komunikasi pendidikan politik di masyarakat kampus Jurusan Ilmu Sosial Politik, FIS, Universitas Negeri Jakarta. Pemanfaatn sebagai media komunikasi pendidikan yang dimaksud adalah frekuensi penggunaan dam pemanfaatan surat kabar berita politik sebagai media pendidikan dam komunikasi pada pendidikan politik di kehidupan mahasiswa sehari-hari. Penelitian dilakuakan di Jurusan Ilmu Sosial Politik, FIS, Universitas Negeri Jakarta berkisar antara bulan Agustus sampai dengan Oktober 2001. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik survey dan besar sampel seluruhnya 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Data dianalisis dengan teknik prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan pada Jurusan Ilmu Sosial Politik belum optimal dalam memanfaatkan surat kabar sebagai media komunikais pendidikan politik, namun usaha mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik dalam membaca surat kabar sudah cukup dam kesadaran sebagian besar mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik dalam memanfaatkan surat kabarpun cukup tinggi walaupun kurang mendapat dukungan dari perkuliahan. Dengan demikian peneliti dapat mengmbil kesimpulan bahwa mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial Politik memanfaatkan surat kabar sebagai media komunikasi pendidikan politik sudah cukup baik untuk pembelajaran di perkuliahan maupun diluar perkuliahan, hanya saja kurang mendapat dukungan dari tugas-tugas perkuliahan. Cristina Rusdiyawati12159700512002
Perbedaan Hasil Belajar Siswa Antara Yang Sering Menonton Program Acara Televisi Dunia Binatang dan Hasil Belajar Siswa Yang Tidak Sering Menonton Program Acara Televisi Dunia Binatang Dalam Mata Pelajaran IPAPerbedaan Hasil Belajar Siswa Antara Yang Sering Menonton Program Acara Televisi Dunia Binatang dan Hasil Belajar Siswa Yang Tidak Sering Menonton Program Acara Televisi Dunia Binatang Dalam Mata Pelajaran IPA. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta 2002. Penelitian ini bertujuan utk mengetahui seacara empirik, apakah hsl bljr siswa yg sering menonton program acara tyv dunia binatang lbh tinggi daripada yang tidak sering menonton program acara televisi dunia binatang. Berdasarkan masalah, maka dirumuskan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa hasil belajar siswa yang sering menonton program acara televisi dunia binatang lebih tin gi daripada yang tidak sering menonton program acara televisi dunia binatang. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 01 Pagi, 02 Pagi, 09 Pagi, 012 Petang Bukit Duri Jakarta Selatan. Sampel penelitian adalah siswa kelas 5 SD sebanyak 30 orang (25%) dari jumlah keseluruhannya, sampel dilakukan dengan simple random sampling (acak sederhana) dan diundi hingga mencapai 25% atau sebanyak 30 responden. Teknik analisis yang digunakan yaitu Analisis Varians ganda dan dilajutkan dengan uji-t pada taraf signifikansi a=0,05. Sedangkan untuk normalitas digunakan uji lilliefors dan uji Bartlett untuk homogenitas. Dari uji normalitas kelompok yang sering menonton program acara televisi dunia binatang didapat harga Lox=0,209 dan dari kelompok yang tidak sering menonton program acara televisi dunia binatang didapat harga Loy=0,167, dari tabel uji Lilliefors didapat Ltabel sebesar 0,220, karena Lo dihitung untuk kedua data kelompok lebih kecil dari L tabel, berarti data tersebut berasal dari populasi dengan distribusi normal. Uji Bartlett untuk homogenitas dipeoleh harga Chi Kuadrat tabel Xkuadrat = 3,84 dan harga Chi Kuadrat hitung = 0,006 < 3,84 dengan demikian data tersebut berasal dari populasi yang homogen. Dari analisi data diperoleh harga t – tabel sebesar 1,70 dan t hitung sebesar 2,83. Ini berarti signifikan untuk menolak hipotesis nol (Ho) dan menerima hipotesis penelitian. Hasil penelitian diatas memberikan suatu kesimpulan bahwa untuk hasil belajar siswa yang sering menonton program acara televisi dunia binatang lebih baik daripada hasil belajar siswa yang tidak sering menonton program acara televisi dunia binatang dalam mata pelajaran IPA kelas 5 SD Cawu 1. Eri Purwana Iskandar12159700552002
Perbedaan Hasil Belajar Komputer antara Mahasiswa yang Belahan Otak Kanannya Dominan dengan yang Belahan Otak Kirinya Dominan Pada Mata Kuliah Komputer GrafisPerbedaan Hasil Belajar Komputer antara Mahasiswa yang Belahan Otak Kanannya Dominan dengan yang Belahan Otak Kirinya Dominan Pada Mata Kuliah Komputer Grafis (2004). Skripsi. Jakarta: Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Juli 2004. Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi yang relevan mengenai ada tidaknya perbedaan hasil belajar komputer yang signifikan antara mahasiswa yang belahan otak kanannya dominan dengan yang belahan otak kirinya dominan pada Mata Kuliah Komputer Grafis. Penelitian dilakukan di Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri jakarta pada tahun ajaran 2003-2004. Metode penelitian adalah Ex Post Facto. Dengan jumlah sampel seluruhnya 32 orang mahasiswa yang kemudian ditelusuri sebanyak 25 orang mahasiswa yang belahan otak kanannya dominan dan 7 orang mahasiswa yang belahan otak kirinya dominan dengan cara penyebaran instrumen penelitian berbentuk kuisioner melalui purposive sample. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis dengan hasil populasi homogen dan berdistribusi normal. Pengujian hipotesis dilakukan dengan statistik uji-t dengan taraf signifikansi ? 0,01. Dari hasil perhitungan diperoleh harga ??_?_hitung sebesar 1,4943 pada taraf signifikansi ? 0,01 dengan derajat kebebasan t_1 = 24 dan t_2 = 6. Kriteria pengujian adalah terima Ho jika: -3,068 < t’ < 3,068 dan tolak Ho untuk yang lainnya. Dari hasil perhitungan diketahui t_hitung sebesar 1,4943, ini berarti bahwa t_hitungada dalam daerah penerimaan Ho. Jadi Ho diterima dan HI ditolak. Penelitian menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil belajar komputer yang signifikan anatara mahasiswa teknologi Pendidikan yang belahan otak kanannya dominan dengan yang belahan otak kirinya dominan pada mata kuliah Komputer Grafis (CorelDRAW 9). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa hasil belajar CorelDRAW 9 mahasiswa yang belahan otak kanannya domian tidaklah lebih tinggi dari hasil belajar mahasiswa yang belahan otak kirinya dominan pada Mata kuliah Komputer Grafis di Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Siti Nurjanah12159700632004
Penyelenggaraan Kurikulum Program Akselerasi (Percepatan Belajar) di SLTPPenyelenggaraan Kurikulum Program Akselerasi (Percepatan Belajar) di SLTP, suatu studi deskriptif kualitatif di SLTP Al-Azhar 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, skripsi, Jakarta:Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 2003 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan program pecepatan belajar(akselerasi) di SLTP Al-azhar 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di SLTP Al-Azhar 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan responden dalam penelitian adalah 1 orang Kepala Sekolah, 1 orang Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, 1 orang koordinator guru program akselerasi, 2 orang guru kelas program akselerasi dan 20 orang siswa semester satu dikelas 2 akselerasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif bersifat ekploratif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Pengamatan, kuesoner yang mengacu pada kisi-kisi penelitian, dan studi dokuntasi. Data yang didapat dari wawancara, pengamatan dan studi dokumentasi (bersifat kualitatif) dianalisis berupa kata-kata atau kalimat. Dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan dan data yang didapat melalui kuesioner (bersifat kuantitatif)dianalisis dengan menggunakan analisis statistic sederhana yaitu distribusi frekuensi, dan nilai rata-rata yang dijabarkan melalui tabel prosentase yaitu F/N x 100%. Teknik kalibrasi keabsahan data dengan menggunakan cara kecukupan referensial, triangulasi dan kriteria signifikansi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum yang dilakukan SLTP Al-Azhar 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dalam penyelenggaraan kurikulum program percepatan belajar (akselerasi) masih dalam koridor kebijakan pemerintah yang ditettapkan secara nasional. Penyelenggaraan kurikulum program akselerasi di SLTP Al-Azhar 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan ini telah menjalankan komponen-komponen kurikulum program percepatan belajar dengan menggunakan pedoman penyelenggaraan program percepatan belajar yang dikeluarkan Diknas dan mengembangkan sendiri sesuai dengan karakteristik lembaga dan kekhasan kurikulum yang dimiliki. Salah satu implikasi dari penelitian ini adalah saat ini penyelenggaraan kurikulum program percepatan belajar bagi siswa berbakat atau memiliki kemampuan dan kecerdasan diatas rata-rata adalah salah satu bentuk pelayanan pendidikan yang relevan untuk mengimbangi kekurang yang terdapat pada pelaksaan kelas konvensional atau secara klasikal missal, namun demikian penyelenggaraan kurikulum program percepatan belajar ini bukanlah keputusan untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi siswa berbakat, karenanya perlu ada penilaian lebih lanjut dari Depdiknas Direktorat PLB untuk mengkaji manfaat penyelenggaraannya dalam menjaga dan mnegoptimalkan prestasi belajar siswa berbakat. Indah Ayu Sulistiary12159700702003
Survey Pemanfaatna Perpustakaan oleh Mahasiswa Akademi Perawatan Rumah Sakit Islam JakartaSurvey Pemanfaatna Perpustakaan oleh Mahasiswa Akademi Perawatan Rumah Sakit Islam Jakarta. Sripsi. Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Juli 2002. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pemanfaatna perpustakaan oleh mahasiswa. Penelitian ini dilakukan di Akademi Perawatan (Akper) RS Islam Jakarta pada bulan Juni- Juli tahun akademik 2001/2002, menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey. Instrumen yang digunakan adalah angket. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa AKPER terdiri dari 152 orang siswa semester empat dam enam. Sampel terdiri dari 30 orang dengan rincian 15 orang semester empat dam 15 orang semester enam.serta hasil penelitian ini diolah dengan menggunakan persentase. Secara keseluruhan berdasarkan hasil deskripsi dam analisis, hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa kademi Perawatan Rumah Sakit Islam Jakarta tergolong baik 89% sedangkan selebihnya 11% belum baik. Dengan demikian untuk lebih meningkatkan pemanfaatan perpustakaan perlu adanya stimulus agar mahasiswa dapat termotivasi. Stimulus tersebut dapat dilakukan oleh pihak pengajar dengan memotivasi mahasiswa untuk memanfaatkan keberadaan perpustakaan sebagai sumber belajar dam sumber informasi, stimulus juga dapat dilakukan oleh pengelola perpustakaan misalnya dengan memperlihatkan buku – buku baru kepada mahasiswa, mengadakan bedah buku, lomba menulis dan lain sebagainya. Dengan demikian diharapkan mahasiswa lebih terpacu untuk mengunjungi perpustakan dam memanfaatkannya secara optimal. Wati Jumaiyah12159785882002
Hubungan Antara Pendapat siswa tentang Proses pembelajaran biologi dengan hasil belajar biologi, kelas dua SLTP Terbuka kota Jakarta utaraPelaksanaan Program Remedial Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN Sukapura 01 PG Jakarta Utara. Skripsi, Jakarta: Fakultas ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Febuari 2002. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai secara deskriptif perencanaan program remedial, pelaksanaan remedial, dan evaluasi program remedial di SDN Sukapura 01 PG Jakarta Utara. Penelitian ini merupaka penelitian deskriptif dengan jenis penelitian survey. Data diperoleh melalui teknik wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Populasi subtek penelitian guru-guru di SDN Sukapura 01 PG. Analisis data dengan menggunakan tekni analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyelenggaraan program remedial di SDN Sukapura 01 PG, baik di dalam merencanakan program remedial, guru-guru sebagai pelaksanaan program remedial belum melaksanakan dengan baik. Contohnya di dalam merencanakan program remedial hanya (50%)guru yang memperhatikan ketiga aspek yang seharusnya diperhatikan guru di dalam merencanakan program remedial yaitu data kemampuan siswa, data keselutin belajar siswa, dan hasil diagnose sarana atau alat belajar dan sumber belajar untuk menunjang program remedial belum memadai. Hal ini terlihat dalam melaksanakan program remedial baru lebih sebagian (60%) guru yang menggunakan dua sarana atau alat belajar. Dan bagi guru-guru hendaknya ditingkatkan keterampilan dan pengetahuan mengenai penyelenggara program remedial, yaitu didalam mengevaluasi program remedial, sehingga program remedial dapat mencapai tujuan yang baik. Latifa Eka Dewi12159800812003
Perbedaan Hasil Belajar Kerajinan Tangan dan Kesenian (KTK) Antara Kelompok yang Menggunakan Media Flip Chart dengan Kelompok yang Tidak Menggunakan Media Flip Chart pada Siswa Kelas 2 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 4 BekasiTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data empiris mengenai perbandingan skor antara kelompok yang menggunakan media flip chart dan kelompok yang tidak menggunakan media flip chart terhadap hasil belajar Kerajinan Tangan dan Kesenian. Penenlitian ini dilakukan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 4 Bekasi pada caturwulan III akademik 2001/ 2002. Metode penelitian yaitu Quasi eksperimen, dengan pengambilan sampel secara purposif dengan jumlah sampel 60 orang. Uji coba instrumen menghasilkan validitas dengan korelasional biserial titik yaitu sebesar 0,65 dan reabilitas dengan KR-20 yaitu sebesar 0,63. Teknik analitis yang digunakan dengan uji-t yaitu 10,1649>2.0021 sebelum pengujian hipotesis, diadakan persyaratan analisis data dengan uji normalitas menggunakan Liliefors dan uji homogenitas menggunakan Barlet untuk sampel X1 dan X2. Pada uji normalitas diperoleh Lo maksimal sebesar 0,1510 untuk variabel X1 dan Lo maksimal sebesar 0,1263 variabel X2. Ini menunjukkan bahwa populasi berdistribusi normal. Pada uji homogenitas diperoleh X2 hitung sebesar 3,32 untuk variabel X1 dan X2 hitung sebesar 2,98 untuk variabel X2. Ini menunjukkan bahwa populasi homogen. Dari perhitungan uji-t di muka menghasilkan nilai t-hitung > t-tabel. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis penelitian (H1) diterima. Ini berarti kelompok yang menggunakan media flip chart hasil belajarnya beda dengan kelompok yang tidak menggunakan media flip chart. Alia Milla Sari12159800982002
Televisi Sebagai Sumber Belajar : Studi Deskriptif Pemanfaatan Televisi Sebagai Sumber Belajar pada Siswa Sekolah Menengah Pertama 162 Marunda Kecamatan Cilincing Jakarta UtaraTelevisi Sebagai Sumber Belajar : Studi Deskriptif Pemanfaatn Televisi Sebagai Sumber Belajar pada Siswa Sekolah Menengah Pertama 162 Marunda Kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Skripsi. Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan televisi sebagai sumber belajar bagi siswa. Penelitian ini dillaksanakan di Sekolah Menengah Pertama 162 Marunda Kecamatan Cilincing Jakarta Utara pada bulan Mei 2005. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 80 siswa yang dijadikan sampel dari jumlah populasi yang ada. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan televisi sebagai sumber belajar oleh siswa Sekolah Menengah Pertama 162 dapat dimanfaatkan cukup baik. Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa siswa berpendapat siaran televisi sangat penting untuk menambah pengetahuan (90%). Siaran televisi juga dapat dianggap menimbulkan ide-ide baru (81,25%) dan televisi sebagai media hiburan juga berperan sebagai media pendidikan (90%). Terdapat kecocokan antara acara di televisi dengan pelajaran di sekolah. Siswa juga terbiasa untuk memperkaya bahan pelajaran dari acara yang diikutinya di televisi. Digambarkan juga siswa berpendapat bahwa televisi berperan sebagai sumber belajar (91,25%) namun siswa juga berpendapat bahwa tidak cukup hanya televisi yang dijadikan sebagai sumber belajar (76,25%). Program yang tersedia di televisi tidak semuanya menjadi sumber belajar, hanya beberapa jenis program saja (82,5%). Disamping itu juga diperlukan peranan orangtua mengawasi dan mendampingi anaknya dalam menonton televisi. Diharapkan manfaat yang diberikan televisi sebagai sumber belajar menjadi optimal sehingga mampu membantu siswa untuk memperkaya wawasan dan ilmu pengetahunnya. Fuad12159801102005
Komunikasi Antar Pribadi Guru dan Siswa (Deskriptif Kuantitatif Siswa Kelas II Sekolah Menengah Umum Negeri 21, Jalan Tanah Mas No.1 Kayu Putih, JaKarta Timur)Komunikasi Antarpribadi Guru dan Siswa ( studi deskriptif kuantitatif siswa kelas II Sekolah Menengah Umum 21, Jalan Tanah Mas Raya No.1, Jakarta Timur). Skripsi. Jakarta:Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Juli 2003. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi antarpribadi yang terjalin antara guru dan siswa kelas II Sekolah Menengah Umum 21, Jakarta Timur. Tujuan khususnya ditinjau dari teknik, komponen dan manfaat komunikasi antarpribadi. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan suvei. Pengumpulan data yang utama diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh penulis dan sudah dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan disebarkan secara langsung kepada sample. Tempat dilakukannya penelitian ini adalah di Sekolah Menengah Umum 21, Jakarta Timur. Sample yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas II(dua) yang berjumlah 80 orang dan diambil secara ack(ramdom). Kuesioner yang disebarkan kepada sample berbentuk skala likert yang menyatakan rentang dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju, terdiri dari 30 pertanyaan. Sebelum digunakan, pertanyaan tersebut telah melewati uji validitas dan reliabilitas dari 20 pertanyaan yang telah dibuat. Uji validitas yang dipakai adalah validitas konstruk dan untuk memperkuat kevalidannya dihitung dengan menggunakan rumus Product Moment. Sedangkan dalam menghitung uji reliabilitas, menggunakan rumus Alpha-Cronbach. Teknik analisis data yang dipakai menggunakan statistic deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus prosentase F/N X 100% yang kemudian dibuat dalam bentuk tabel dan dimasukkan dalam bentuk grafik batang. Setelah itu dirangkum dalam bentuk kesimpulan untuk setiap butir pernyataan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa komunikasi antar pribadi yang terjalin diantara guru dan siswa kelas II (dua) Sekolah Menengah Umum 21, Jakarta Timur, masuk dalam kriteria yang tinggi. Nilai rata-rata komunikasi antarpribadi guru dan siswa ditunjukkan oleh angka sebesar 110,2 dari kemungkinan nilai maksimal 150 dan nilai minimal 30. dalam prosen nilai rata-rata sebesar 73,46%. Ini berarti komunikasi antarpribadi guru dan siswa kelas II (dua) Sekolah Menengah Umum 21, Jakarta Timur, termasuk dalam komunikasi antarpribadi yang tinggi (dari kemungkinan 100%) Dari penelitian ini pula dapat diketahui, komponen dalam komunikasi antarpribadi guru dan siswa kelas II Sekolah Menengah Umum 21, Jakarta Timur, berlangsung secara dua arah (52,50%) sample menyatakan setuju, menggunakan pesan verbal dan non verbal dinyatakan setuju oleh (58,75%) sampel. Sementara itu komunikasi berlangsung secara akrab disetujui oleh (42,50%)sampel, sedangkan (40%) sampel menyetujui bahwa mereka telah mengenal sacara psikologis dan (65%) sampel menyatakan bahwa umpan balik dapat diterima secara langsung. Sedangkan untuk teknik komunikasi antar pribadi guru dan siswa (58,75%) sample menyatakan setuju mengandung empati, adanya keterbukaan antara komunikan di dukung oleh (31,25%) sample. (43,75%) sample menyetujui bahwa mereka saling memberikan dukungan dan ada perasaan positif diantara komunikan ditujukan oleh (58,75%) sample. Manfaat dari komunikasi antarpribadi antara guru dan siswa, dirasakan oleh sample, yaitu memperoleh pengetahuan baru (41,25%), membina hubungan (51,25%), membantu kesulitan belajar (28,75%), membarikan pengaruh pada belajar (52,50%) dan memberikan satu pengalaman baru (27,50%). Hesti Yani Utami12159801152003
Pola Pengembangan Kreativitas Siswa Program Percepatan BelajarPola Pengembangan Kreativitas Siswa Program Percepatan Belajar (Sebuah Studi Kasus di SMU Negeri 70 Jakarta) ”Creativity Development Pattern Of Student in Learning Acceleration Program (A Case Study at SMU Negeri 70 Jakarta)”. Skripsi, Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan UNiversitas Ngeri Jakarta, Februari 2003. Secara umumm penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengembangan kretivitas sisswa program percepatan belajar 2 tahun SMU Negeri 70 Jakarta, dan secra khusus untuk mengetahui (1)tujuan pengembangan kreativitas siswa program percepatan belajar 2 tahun, (2) penyelenggaraan program percepatan belajar 2 tahun, (3) pola pengembangan kreativitas siswa program percepatan belajar 2 tahun, (4) hambatan dalam mengembangkan kreativitas siswa program percepatan belajar 2 tahun. Penelitian yang dilaksanakan di SMU Negeri 70 Jakarta ini, yaitu salah satu SMU Neegeri Unggulan di Jakrta yang berlokasidi Jalan Bulungan 1, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Sejak tahun pelajaran 2001/2002 SMU ini mulai menyelenggarakan program percepatan belajar dengan nama program percepatan belajar 2 tahun. Sampai saat ini SMUN 70 Jakarta telah memiliki dua angkatan siswa program percepatan belajar. Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Responden penelitian ini adalah Wakil Kepala Sekolah kurikulum, guru Bimbin gan dan Konseling, serta guru dan siswa program percepatan belajar 2 tahun. Instrumrn yang digunkan untuk mengumpulkan data adlah pedoman wawancara, kata-kata kunci yang digunakan dalam studi dokumentasi, lembar pengamatan, dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan pengembangan kreativitas siswa program percepatan belajar 2 tahun yang inginn dicapai SMUN 70 Jakarta adalah (1) agar siswa dapat mengaktualisasikan diri, (2) untuk mengembangkan kemampuan berpikir divergen siswa, (3) unuk memberikan kepuasan kepada siswa, dan (4) untuk meningkatkan prestasi siswa. Pencapaian dan pengembangan kreativitas tersebut dilakukan melalui Penyelenggaraan Program Percepatan Belajar 2 tahun dengan mentapkan tujuan sesuai dengan karakteristik siswa dan sekolah. Kurikulum yang disediakan adalah kurikulum 1994 dengan memodifikasi materi sehingga dapat diselesaikan dalam waktu 2 tahun. Selain itu, ada komponen lain yang menunjang penyelenggraan program ini, yaitu proses belajar mengajar, tenaga pengajar, sarana dan prasarana, manajemen, kegiatan kokurikuler dan sistem evaluasi. Kreativitas siswa program percepatan belajar 2 tahun dikembangkan dnegan menggunakan pola yang terbentuk melalui empat pendekatan, yaitu pendekatan pribadi kreatif, pendekatan tahapan proses kreatif, pendekatan pendorong kretif, dan pendekatan produk kretif. Namun, dalam pelaksanaannya masih ada beberapa hal yang belum dilaksanakan secra utuh terutama pada tahapan proses kreatif. Hambatan yang ditemukan dalam pengembangan kreativitas siswa program percepatan belajar 2 tahun adalah cara guru dlam memberikan evaluasi, yaitu dilakukan pada saat siswa sedang melakukan proses kreatif. Kemudian cara guru dalam memberikan hadiah, yaitu dengan menjanjikan terlebih dahulu, menciptakan persaingan dalam pembelajaran dan membatasi ruang gerak siswa berkreasi. Diketahui pula bahwa lingkungan sekolah juga ternyata belum sepenuhnya mendukung pengembangan kretivitas, seperti belum lengkapnya koleksi perpustakaan dan terbatasnya media yang bisa digunkan siswa untuk memamerkan kreativitasnya. Ela Nurlaela12159801222003
Pembelajaran Matematika dengan Metode Kumon (Studi Kasus Deskriptif Kualitatif Pada Siswa Level A Kumon Jatiwarna Indah)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pembelajaran yang dilakukan dikursus matematika dengan metode kumon. Penelitian ini meliputi proses pembelajaran, penggunaan peralatan belajar dan hasil evaluasi setelah mengikuti kursus kumon. Berdasarkan hasil penelitian tersebut sebaiknya masyarakat lebih cerdas lagi dalam memilih tempat kursus matematika dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa di sekolah. Fatmawati12150100632006
Implementasi sistem sentra untuk pembelajaran kreatifPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gejala nyata tentang implementasi sistem sentra untuk pembelajaran kreatifNita Oktarini12159860242003
Efektifitas Proses Pembelajaran Di Sekolah Istimewa Dalam Usaha Pembinaan Terhadap Anak- Anak Nakal (Studi Survey di SLYP LPAN Pria Tangerang)Efektifitas Proses Pembelajaran Di Sekolah Istimewa Dalam Usaha Pembinaan Terhadap Anak- Anak Nakal (Studi Survey di SLYP LPAN Pria Tangerang). Skripsi . Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Juli 2002. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran di sekolah istimewa LPAN Pria Tangerang dalam usahanya untuk membina anak-anak nakal. Penelitioan ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey.Instrumen yang digunakan dalam penelitian inia dalah angket, lember observasi dam wawancara. Angket yang digunakan adalah angket tertutup yang diisi oleh siswa terdiri atas 26 butir pertanyaan. Sedangkan lembar observasi dam wawancara digunakan untuk melengkapi data yang dihasilkan dari angket. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SLTP Istinewa yang berjumlah 30 siswa, sedangkan sampel yang diambil menggunakan sampel total yang jumlahnya sebesar populasi. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik prosentase. Efektifitas proses pembelajaran dibedakan menjadi dua yaitu dilihat dari segi proses dan dilihat dari segi hasil. Dilihat dari segi proses dapat dikatakan proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah ini cukup baik dengan prosentase untuk suasana pembelajaran yang menyenangkan 75%, serta pemberian motivasi 53%. Efektifitas proses pembelajaran dari segi hasil dapat dilihat dari hasil angket, dibantu oleh wawancara serta observasi. Hasilnya bahwa efektivitas proses pembelajaran dari segi hasil cukup baik dengan prosentasi untuk pencapaian tujuan belajar 60%. Dengan demikian proses pembelajaran yang terjadi di Sekolah Istimewa dapat dikatakan efektif dalam usaha pembinaan terhadap anak - anak nakal yang berarti bahwa salah satu tujuan pembinaan telah tercapai. Irfan Abraham12159860252002
Prosedur pelaksanaan praktika laboratorium keperawatan dalam pembelajaran kebutuhandasar manusia di akademik keperawatan rumah sakit fk uiProsedur pelaksanaan praktika laboratorium keperawatan dalam pembelajaran kebutuhandasar manusia di akademik keperawatan rumah sakit fk ui, skripsi. Jakarta : januari Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana prosedur pelaksanaan pratika laboratorium keperawatan, pada mata ajar kebutuhan dasar manusia yang dilakukan di laboratorium keperawatan dep-kes RI. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam perumusan tujuan sebanyak 91,5% responden sudah merumuskan tujuan untuk tiap mata pelajaran praktika Laboratorium dengan jelas, dalam kegiatan belajar praktika Laboratorium 89% responden mengatakan melibatkan mahasiswa dan guru mata ajar, pada pelaksanaan praktika Laboratorium 66,4%, responden mengatakan adanya pembagian kelompok yang jelas 83,1%responden mengatakan bahwa semua mahasiswa dan guru terlebih dahulu mendemonstrasikan pembelajaran, 83% responden mengatakan bahwa mahasiswa diberi kesempatan untuk mendemonstrasikan pembelajaran praktika. Dalam pegelolaan Laboratorium sebanyak 66,6 % responden mengatakan adanya perencanaan praktika yang jelas, sebanyak 66,6% reponden mengatakan sudah melakukan pencatatan hasil Praktika Laboratorium, pada komponen praktika laboratorium sebanyak 83% responden mengatakan bahwa alat laboratorium adalah milik institusi akademi keperawatan. Tiodor manurung12159886482001
Pemahaman Guru terhadap Penyusunan Perencanaan Pembelajaran di SLTP Negeri 252 Duren Sawit Jakarta TimurPenelitian ini bertujuan untuk mengikuti bagaiman kualitas buku materi pelatihan “Program Profesi Awak Kabin” sebagai media pembelajaran di Diklat Awak kabin Garuda A T E. Penelitian ini dilaksanakan di diklat awak kabin Garuda Aviation Training and Education dengan mengambil data dari siswa Program Profesi Awak Kabin yang berjumlah 31 orang dan 3 training expert. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui survey dengan menyebarkan angket penelitian sebagai instrumen untuk menjaring data yang diperlukan. Data yang didapat melalui angket dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif yang dijabarkan dalam tabel persentasi. Dalam penelitian ini kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin yang digunakan sebagai media pembelajaran dapat dilihat melalui 4 aspek yang meliputi aspek materi, aspek metodologi (metode penyampaian), aspek kebahasaan, dan aspek grafika. Instrumen disusun, diuji coba keterbacaannya dan hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin dari aspek materi pembelajaran sudah termasuk baik. Hal tersebut dapat dilihat dari keluasan dan kedalaman materi yang yang di sajikan dengan jelas. Kebenaran materi telah sesuai dengan tugas bidang pekerjaan materi yang penting dalam konsep, sub konsep sudah terlihat sesuai dengan kurikulum. Kemudian hasil penelitian kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin dari aspek metode penyajian isi sudah termasuk baik. Namun, terdapat yang disajikan tidak menarik untuk dibacanya. Selanjutnya hasil penelitian kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin dari aspek grafika sudah termasuk baik. Ilustrasi yang disjikan tampak tersaji dengan jelas. Format atau tata letak yang ditampilkan sudah baik. Ukuran huruf dan bentuk huruf sudah memudahkan siswa untuk membacanya. Sampul buku sudah dapat melindungi buku, sedikit menimbulkan daya tarik kurang memperlihatkan identitas buku. Dengan demikian kualitas buku materi materi pelatihan Program Profesi Awak Kabin sebagai media pembelajran di Diklat Awak Kabin Garuda Aviation Training and Education dapat dikategorikan baik kualitasnya. Ayiek Dewi Aryani12159901042004
Desain Pembelajaran Terpadu dengan Memanfaatkan Wayang Kancil sebagai Media Pembelajaran untuk Siswa SD Kelas IIDesain Pembelajaran Terpadu dengan Memanfaatkan Wayang Kancil sebagai Media Pembelajaran untuk Siswa SD Kelas II (Sebuah Prototipe Pengembangan Desain Pembelajaran dengan Mengacu pada Kurikulum Berbasis Kompetensi). Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, 2004. Penelitian ini bertujuan menghasilkan prototipe desain pembelajaran terpadu dengan memanfaatkan Wayang Kancil sebagai media pembelajaran untuk siswa SD kelas II dengan mengacu pada Kurikulum Berbasis Kompetensi. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kelengkapan desain pembelajaran terpadu sampai siap dievaluasi pada tahap one to one. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari ahli untuk memperbaiki prototipe desain pembelajaran dan kelengkapan desain pembelajaran tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengemabangan dengan meggunakan kombinasi model pengembangan Dick and Carey, IDI dan pendekatan pembelajaran terpadu. Untuk mengevaluasi desain pembelajaran dan kelengkapan desain pembelajaran yang dibuat dilakukan evaluasi formatif pada tahap review ahli oleh empat orang ahli, yaitu satu orang dosen pembelajaran terpadu di PGSD, satu orang guru kelas II SD, satu orang dosen Pengembangan Media Audio, dan sau orang dosen Pengembangan Media Grafis Sederhana melalui skala semantic diferensial dan angket terbukan yang mengacu pada kisi-kisi evaluasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa desain pembelajaran dan kelengkapan yang dibuat sudah cukup bagus dilihat dari kemampuan-kemampuan penyusunannya yaitu pemilihan tema, perumusan tujuan, permusan tujuan pembelajaran, perumusan dampak pengiring, pemilihan strategi pembelajaran, pemilihan bahan ajar, dan proses penialaian, namun masih memerlukan revisi-revisi antara lain pada desain pembelajaran perumusan tujuan yang masih berisi lebih dari satu perilaku yang ingin dicapai, perlu ditambah langkah desain seperti penjabaran kompetisi masing-masing bidang studi. Sedangkan kelengakapan desai pembelajaran yang harus direvisi antara lain program kaset audio yang harus diperbaiki kualitas rekamannya, pembuatan Wayang Kancil untuk tokoh-tokoh lainnya ukurannya proporsisinya harus seimbang sesuai dengan hewan sebenarnya, LKS harus ditambah gambar-gambar. Nilam Kemuning12159901072004
Inovasi Belajar Dalam FotografiThis research is intended to produce an interactive learning media (interactive learning CD) in photography lesson. CAI is a learning program, which has given a contribution in the variety of instructional media, which help student to learn more motivated and in a fun way. CAI can consist all of the subject matter in the given semester, CAI can help teacher in giving repetition and enrichment of the subject matter. Photography is a lesson that consist both cognitive and psychomotor objective so the existence of CAI as an instructional media can help learning process to achieve their instructional goal more effectively and efficiently. In education world photography is use as instructional media to replace other media, which is hard, or difficult to bring along with photography is useful as a media and material in giving information to student. By using software such as Macromedia Flash (a standard professional design software) we can produce a very interactive program, that consist 2D and 3D animation plus with its capability to summarize the evaluation that given in the program. This research is going to take place in a computer lab of Educational Technology (Lab TP). The population of this research is a student from State University of Jakarta, who has the characteristic: 1. Has a great interest in photography. 2. There is a photography lesson in his major. 3. Posses a skill in using computer. Learning innovation in Photography Lesson Using Computer Assisted Instruction (CAI) is along with the changing of technology, the best combine between technology and education world. Irvana Steviano12159901142004
Efektivitas Komunikasi Guru dengan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar dalam Proses Pembelajaran Kelas VI SDN Lagoa 01 Pagi Jakarta UtaraEfektivitas Komunikasi Guru dengan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar dalam Proses Pembelajaran Kelas VI SDN Lagoa 01 Pagi Jakarta Utara. Skripsi, Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Negeri Jakarta, Januari 2002. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komunikasi guru dengan motivasi belajar Siswa Sekolah Dasar kelas VI SDN Lagoa 01 Pagi Jakarta Utara : yang meliputi siswa SDN Lagoa 01 Pagi yang berjumlah 55 orang. Disebabkan keterlambatan, waktu tenaga dan biaya yang ada maka penelitian ini mempergunakan angket dan survei Komunikasi guru dengan motivasi pembelajaran siswa di SDN Lagoa 01 Pagi Jakarta Utara yang berarti semakin baik komunikasi guru maka semakin bagus motivasi belajar siswa. Metode angket dipergunakan untuk menjawab pertanyaan yang sudah disediakan dengan jumlah soal sebanyak 25 soal. Metode penelitian survey indek yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya. Angket yang diberikan kepada masing-masing responden dianalisis soalnya dijabarkan menggunakan table prosentase. Agustinus saniman12159952702002
Pendapat Instruktur Tentang Proses Pembelajaran pada Diklat Khusus Perkapalan PT.Pertamina (persero) Jakarta TimurPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendapat instruktur tentang proses pembelajaran yang dilaksanakan Diklat Khusus Perkapalan PT.Pertamina dalam kaitannya dengan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pengajaran.Rachmat hidayat12159960122004
Pengaruh Penggunaan Media Model Torso Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Matapelajaran IPA di Sekolah DasarPengaruh Penggunaan Media Model Torso Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA: Suatu Eksperiman di Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 1 Kecamatan Jayakerta. Skripsi. Jakarta: Program Studi Teknologi Pendidikan. Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Oktober, 2003 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media model torso terhadap hasil belajar siawa di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 1 Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang, pada semester dua tahun ajaran 2002-2003. metode penelitian ini adalah suatu eksperimen di Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 1 Kecamatan Jayakerta kelas VI semester dua dengan jumlah sample 40 siswa/i, yang kemudian dibagi dua kelas, yaitu 20 orang kelas eksperiman dan 20 orang kelas control. Instrument yang digunakan yaitu tes. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis, dengan populasi yang homogen dan bertribusi normal. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t dengan taraf signifikansi ?0,05. Dihasil perhitungan diperoleh harga t-hitung sebesar 2.98 sedangkan harga t-tabel dengan deraja kebebasan 38 dan taraf signifikansi ?0,05 adalah 1,70 ini brarti t-hitung lebih besar dari t-tabel, dengan demikian hasilnya signifikan. Dari hasil penelitian disimpulkan adanya pengaruh yang positif bagi siswa yang menggunakan media model torso pada mata pelajaran IPA, dibandingkan yang tidak menggunakan media model torso. Indra Ismail12159960272003
Kegiatan Belajar di Rumah Singgah bagi Anak Jalanan (Survei di Yayasan Komunitas Aksi Kemanusiaan Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kegiatan belajar di rumah singgah bagi anak jalanan Yayasan Komunitas Kemanusiaan IndonesiaAhmad Fauzi12159960292005
Hubungan Antara Minat Terhadap Computer Assited Instruction (CAI) Geografi dengan Hasil Belajar Geografi Siswa SLTP Islam Terpadu Nurul Fikri Kelas 3 Cimangis DepokHubungan Antara Minat Terhadap Computer Assisted Instruction Geografi Dengan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas III SLTP Islam Terpadu Nurul Fikri Cimanggis, Depok. Skripsi. Jakarta: Program Sarjana Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Juli 2004. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empirik mengenai apakah terdapat hubungan yang positif antara minat terhadap Computer Assisted Instruction (CAI) Geografi dengan hasil belajar geografi siswa SLTP kelas III. Penelitian ini dilakukan di SLTP Islam Terpadu Nurul Fikri Cimanggis, Depok pada bulan Maret-Mei 2004. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik korelasi. Penelitian ini menggunakan sampel penelitian sebanyak 30 siswa dari jumlah populasi kelas III SLTP Islam Terpadu Nurul Fikri pada semester genap, tahun ajaran 2003/2004 yang secara keseluruhan berjumlah 98 siswa. Pengujian persyaratan analisis diperoleh hasil bahwa variabel x dan y berdistribusi normal, homogen, dan memiliki regresi linier. Hasil penghitungan uji hipotesis nihil (H0) diterima. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa minat terhadap Computer Assisted Instruction denagn hasil belajar geografi tidak terdapat hubungan positif yang signifikan. Pada uji t diperoleh hasi thitung = -1,177 Nanang Kurniawan12159960322004
Pelaksanaan Kurikulum Berdiferensiasi bagi Anak Berbakat di SD Negeri Percontohan Komplek IKIP Jakarta Rawamangun Jakarta TimurPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum berdiferensiasi bagi anak berbakat di SDN kompelk IKIP Jakarta Rawangun JakTim. Penelitian ini adalah penelitian deskritif kualitatif instrument. Penelitian yang digunakan adalah kuesioner, lembar observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah semua guru yang mengajar di kelas anak berbakat di SDN komplek IKIP Jakarta yang berjumlah 20 orang Pelakasanaan kurikulum berdiferensiasi bagi anak berbakat dilihat dari empat komponennya yaitu : tujuan pelaksanaan kurikulum berdiferensiasi, isi materi, strategi pelaksanaan dan evalusi Desy Rahmawati12159960362005
Hubungan Minat Belajar Matematika dengan Hasil Belajar Matematika Siswa SLTP Negeri 15 TebetHubungan Antara Minat Belajar Matematika dengan Hasil Belajar Matematika Siswa SLPN 73 Tebet Jakarta Selatan, Skripsi: Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta 2004. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara minat belajar matematika dengan hasil belajar matematika siswa SLTP di SLTP Negeri 73 Tebet Jakarta Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di SLTP Negeri 73 Tebet Jakarta Selatan, pada semester 3 tahun ajaran 2003/2004. Metodologi Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel acak sederhana, dari populasi 344 yang terdiri dari 8 kelas siswa kelas II. Jumlah sampel yaitu 40 orang dari 1 kelas.pengumpulan data diperoleh melalui angket tetap dengan skala likert berindikator minat belajar untuk menjaring data tentang minat, dan dokumen hasil belajar. Teknik analisis data untuk koefisien korelasi adalah dengan menggunakan rumus product moment dari Karl Pearson dan dilanjutkan dengan penguujian hipotesis dengan menggunakan uji t dengan taraf signifikasi ?=0.05 adapun hasil yang diperoleh untuk rhitung sebesar 0.440 jika diintepretasikan dengan korelasi nilai r maka hubungan antara kedua variabel cukup atau sedang. Setelah diuji dengan uji (t) dengan uji satu pihak t0.95= 2.021 diperoleh thitung= 3.0185. ternyata thitung > ttabel (3.019 > 2.021). Dengan demikian hipotesis Ho ditolak. Hasil uji normalitas variabel minat belajar dengan hasil belajar matematika siswa menunjukkan data distribusi normal. Sedangkan hasil persamaan regresi Y= 38.82 + 0.26x, diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu 8.96 > 4.10. Ini mennunjukkan regresi berarti. Sedangkan uji kelinieran regresi menghasilkan Fhitung < Ftabel yaitu 2.02 < 2.50 yang menyatakan terima H1 dimana artinya model regresi linier. Dengan hasil analisis data tentang uji koefisien determinasi disimpulkan bahwa hubungan antara minat belajar matematika dengan hasil belajar matematika siswa memberikan kontribusi sebesar 19.36%. Dengan demikian sebanyak 80.64% dipengaruhi oleh faktor lain seperti : intelegensi, bakat, kinerja guru, perhatian orang tua dan lingkungan. Dengan demikian penelitian ini menyimoulkan bahwa terdapat hubungan positif antara minat belajar matematika dengan hasil belajar matematika pada siswa SLTPN 73 Tebet Jakarta Selatan. Tuti Rahma12159960372004
Hubungan Antara Pelatihan Survei Recurent Dengan Kinerja Awak Kabin Yunior PT Garuda IndonesiaHubungan Antara Pelatihan Survei Recurent Dengan Kinerja Awak Kabin Yunior PT Garuda Indonesia. Skripsi, Jakarta : Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Maret 2003. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara pelatihhan service recurrent terhadap kinerja awak kabin yunior di PT Garuda Indonesia. Sedangkan rumusan hipotesis yang diuji adalah ada atau tidaknya hubungan yang positif antara hasil pelatihan service recurrent dengan kinerja wak kabin Yunior Pt Garuda Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada perusahan yang bberbentik Badan usaha Milik Negara, tepatnya, dilingkungan Dinas Sentra Operasi Cenggkareng Pada Bulan November 2002. metode penelitian adalah metode survey dengan jumlah populasi sebanyak 858 orang dan sample 100 orang. Instrument penelitian untuk veriabel pelatihan service recurrent dan kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia adalah menggunakan kuesioner. Variable pelatihan dengan sub veriabel ; materi instruktur, sarana dan prasana, serta lama, dan pendidikan peserta pelatihan. Sedangkan variable kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia dengan sub variable ; kuantitas, kualitas, dan ketetapan waktu. Berdasarkan pada hasil analisis data dan landasan teoritis yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pelatihan service recurrent (X) dengan kinerja awak kabin yunior Pt Garuda Indonesia (Y), yang dapat ditujukan oleh persamaan regresi linier sederhana. Endang Kusnadi Slamet. Hubungan Antara Pelatihan Survei Recurent Dengan Kinerja Awak Kabin Yunior PT Garuda Indonesia. Skripsi, Jakarta : Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Maret 2003. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara pelatihhan service recurrent terhadap kinerja awak kabin yunior di PT Garuda Indonesia. Sedangkan rumusan hipotesis yang diuji adalah ada atau tidaknya hubungan yang positif antara hasil pelatihan service recurrent dengan kinerja wak kabin Yunior Pt Garuda Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada perusahan yang bberbentik Badan usaha Milik Negara, tepatnya, dilingkungan Dinas Sentra Operasi Cenggkareng Pada Bulan November 2002. metode penelitian adalah metode survey dengan jumlah populasi sebanyak 858 orang dan sample 100 orang. Instrument penelitian untuk veriabel pelatihan service recurrent dan kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia adalah menggunakan kuesioner. Variable pelatihan dengan sub veriabel ; materi instruktur, sarana dan prasana, serta lama, dan pendidikan peserta pelatihan. Sedangkan variable kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia dengan sub variable ; kuantitas, kualitas, dan ketetapan waktu. Berdasarkan pada hasil analisis data dan landasan teoritis yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pelatihan service recurrent (X) dengan kinerja awak kabin yunior Pt Garuda Indonesia (Y), yang dapat ditujukan oleh persamaan regresi linier sederhana. Endang Kusnadi Slamet. Hubungan Antara Pelatihan Survei Recurent Dengan Kinerja Awak Kabin Yunior PT Garuda Indonesia. Skripsi, Jakarta : Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Maret 2003. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara pelatihhan service recurrent terhadap kinerja awak kabin yunior di PT Garuda Indonesia. Sedangkan rumusan hipotesis yang diuji adalah ada atau tidaknya hubungan yang positif antara hasil pelatihan service recurrent dengan kinerja wak kabin Yunior Pt Garuda Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada perusahan yang bberbentik Badan usaha Milik Negara, tepatnya, dilingkungan Dinas Sentra Operasi Cenggkareng Pada Bulan November 2002. metode penelitian adalah metode survey dengan jumlah populasi sebanyak 858 orang dan sample 100 orang. Instrument penelitian untuk veriabel pelatihan service recurrent dan kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia adalah menggunakan kuesioner. Variable pelatihan dengan sub veriabel ; materi instruktur, sarana dan prasana, serta lama, dan pendidikan peserta pelatihan. Sedangkan variable kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia dengan sub variable ; kuantitas, kualitas, dan ketetapan waktu. Berdasarkan pada hasil analisis data dan landasan teoritis yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pelatihan service recurrent (X) dengan kinerja awak kabin yunior Pt Garuda Indonesia (Y), yang dapat ditujukan oleh persamaan regresi linier sederhana. Endang Kusnadi Slamet. Hubungan Antara Pelatihan Survei Recurent Dengan Kinerja Awak Kabin Yunior PT Garuda Indonesia. Skripsi, Jakarta : Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Maret 2003. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara pelatihhan service recurrent terhadap kinerja awak kabin yunior di PT Garuda Indonesia. Sedangkan rumusan hipotesis yang diuji adalah ada atau tidaknya hubungan yang positif antara hasil pelatihan service recurrent dengan kinerja wak kabin Yunior Pt Garuda Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada perusahan yang bberbentik Badan usaha Milik Negara, tepatnya, dilingkungan Dinas Sentra Operasi Cenggkareng Pada Bulan November 2002. metode penelitian adalah metode survey dengan jumlah populasi sebanyak 858 orang dan sample 100 orang. Instrument penelitian untuk veriabel pelatihan service recurrent dan kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia adalah menggunakan kuesioner. Variable pelatihan dengan sub veriabel ; materi instruktur, sarana dan prasana, serta lama, dan pendidikan peserta pelatihan. Sedangkan variable kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia dengan sub variable ; kuantitas, kualitas, dan ketetapan waktu. Berdasarkan pada hasil analisis data dan landasan teoritis yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pelatihan service recurrent (X) dengan kinerja awak kabin yunior Pt Garuda Indonesia (Y), yang dapat ditujukan oleh persamaan regresi linier sederhana. Endang Kusnadi Slamet. Hubungan Antara Pelatihan Survei Recurent Dengan Kinerja Awak Kabin Yunior PT Garuda Indonesia. Skripsi, Jakarta : Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Maret 2003. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara pelatihhan service recurrent terhadap kinerja awak kabin yunior di PT Garuda Indonesia. Sedangkan rumusan hipotesis yang diuji adalah ada atau tidaknya hubungan yang positif antara hasil pelatihan service recurrent dengan kinerja wak kabin Yunior Pt Garuda Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada perusahan yang bberbentik Badan usaha Milik Negara, tepatnya, dilingkungan Dinas Sentra Operasi Cenggkareng Pada Bulan November 2002. metode penelitian adalah metode survey dengan jumlah populasi sebanyak 858 orang dan sample 100 orang. Instrument penelitian untuk veriabel pelatihan service recurrent dan kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia adalah menggunakan kuesioner. Variable pelatihan dengan sub veriabel ; materi instruktur, sarana dan prasana, serta lama, dan pendidikan peserta pelatihan. Sedangkan variable kinerja awak kabin yunior PT Garuda Indonesia dengan sub variable ; kuantitas, kualitas, dan ketetapan waktu. Berdasarkan pada hasil analisis data dan landasan teoritis yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pelatihan service recurrent (X) dengan kinerja awak kabin yunior Pt Garuda Indonesia (Y), yang dapat ditujukan oleh persamaan regresi linier sederhana. Endang Kusnadi Slamet12150013712003
Pelaksanaan Program Remedial Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN Sukapura 01 PG Jakarta UtaraPelaksanaan Program Remedial Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN Sukapura 01 PG Jakarta Utara. Skripsi, Jakarta: Fakultas ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Febuari 2002. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai secara deskriptif perencanaan program remedial, pelaksanaan remedial, dan evaluasi program remedial di SDN Sukapura 01 PG Jakarta Utara. Penelitian ini merupaka penelitian deskriptif dengan jenis penelitian survey. Data diperoleh melalui teknik wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Populasi subtek penelitian guru-guru di SDN Sukapura 01 PG. Analisis data dengan menggunakan tekni analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyelenggaraan program remedial di SDN Sukapura 01 PG, baik di dalam merencanakan program remedial, guru-guru sebagai pelaksanaan program remedial belum melaksanakan dengan baik. Contohnya di dalam merencanakan program remedial hanya (50%)guru yang memperhatikan ketiga aspek yang seharusnya diperhatikan guru di dalam merencanakan program remedial yaitu data kemampuan siswa, data keselutin belajar siswa, dan hasil diagnose sarana atau alat belajar dan sumber belajar untuk menunjang program remedial belum memadai. Hal ini terlihat dalam melaksanakan program remedial baru lebih sebagian (60%) guru yang menggunakan dua sarana atau alat belajar. Dan bagi guru-guru hendaknya ditingkatkan keterampilan dan pengetahuan mengenai penyelenggara program remedial, yaitu didalam mengevaluasi program remedial, sehingga program remedial dapat mencapai tujuan yang baik. Sugiarti12159986522002
Kemampuan Presentasi Instruktur pada Program Pelatihan McDonald’s Indonesia untuk Kursus Dasar Operasional (BOC) RestoranKompetensi presentasi Instruktur pada Program Platihan di McDonald’s Indonesia untuk Kursus Dasar Operasional (BOC) Restoran. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, juni, 2003. Pnelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi menyeluruh berdasarkan tingkat kepuasan peserta tentang kemampuan presentasi instruktur McDonald’s Indonesia dalam melaksanakan program pelatihan kursus dasar operasional restoran pada aspek persiapan presentasi pelatihan dan pelaksanaan presentasi pelatihan. Analisa pendapat peserta didesain untuk memberikan masukan kepada divisi pelatihan McDonald’s Indonesia mengenai kemampuan instruktur dalam presentasi untuk meningkatkan kualitas pelatihan, khususnya dalam hal kemampuan presentasi dan membuat standardisasi serta melakukan sertifikasi bagi instruktur. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta kelas pertama kursus dasar pengelolaan restoran tahun 2003 sebanyak 14 orang yang diselenggarakan di pusat pelatihan McDonald’s Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik survey melalui analisa tingkah laku. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data dilakukan dengan menyebarkan angket tertutup kepada peserta saat penyelesaian kelas pertama kursus dasar pengelolaan restoran. Untuk mempermudah pengisian dan menghindari perbedaan persepsi, angket ini dilengkapi dengan petunjuk pengisian angket dan definisi dari penilaian yang ada, selain penjelasan lisan dari peneliti. Proses penyusunan angket memecah variable menjadi sub variable dan indicator, kemudian baru dirumuskan kisi-kisinya. Validitas instrumen tidak dilakukan melalui uji coba, disebut dengan validitas logis. Teknik yang dipakai adalah penelitian dari narasumber McDonald’s Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapat peserta secara umum terhadap perilaku instruktur A termasuk dalam kategori “baik sekali” (46,30%) dan instruktur B termasuk dalam kategori “baik” (39,93%). Dengan latar belakang pengalaman manajerial operasional restoran yang sama, instruktur A mendapatkan kesempatan pengembangan diri lebih baik dari instruktur B dengan menjadi instruktur di Hamburger University yaitu universitas yang dibangun oleh McDonald’s Internasional. Dalam pelaksanaan pelatihan ini unsur “persiapan” adalah hal yang paling lemah dalam penyelenggaraan pelatihan yang mendapatkan skor 13.03 di rata-rata nilai kekuatan atau kelemahan. Sedangkan unsur-unsur yang berhubungan dengan komunikasi instruktur mendapatkan nilai yang tinggi. Secara umum standardisasi instruktur McDonald’s diberlakukan untuk mencapai kualitas yang sama. Tidak banyak hal mendesak yang perlu dilakukan oleh divisi pelatihan McDonald’s Indonesia karena secara umum dari angket yang didapatkan pada kelas pertama kursus dasar pengelolaan restoran tahun 2003 menunjukkan hasil “baik”. S Rekso Wibowo12159986622003
Pemanfaatan Media Motion Mock Up dalam Penyelenggaraan Program Pelatihan Flight Safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT.Garuda IndonesiaPemanfaatan Media Motion Mock Up Dalam Penyelenggaraan Program Pelatihan Flight Safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT. Garuda Indonesia. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta. Juni, 2003. Menguraikan secara deskriptif tentang pemanfaatan media Motion Mock Up dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety. Pemanfaatan media motion mock up tersebut berguna peningkatan dan pengembangan pengetahuan serta ketrampilan peserta dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT. Garuda Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik survey. Sumber data diperoleh dari dokumen dan kuesioner. Populasi subjek penelitian adalah peserta dalam penyelengaraan program pelatihan flight safety di Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT. Garuda Indonesia. Pengambilan sample menggunakan teknik ramdom sampling. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media motion mock up dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety masih ada kekurangan, maka perlu adanya peningkatan dalam penggunaan media menambah motivasi belaja, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, dan evaluasi hasil belajar. Sehingga pemanfaatan media motion mock up dalam penyelenggaraan program pelatihan flight safety dapat digunakan secara baik sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Bambang Wibowo12159986632003
Pelaksanaan Program Remedial Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN SUKAPURA 01 PG Jakarta UtaraPELAKSANAAN Program Remedial Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN SUKAPURA 01 PG Jakarta Utara. Skripsi, Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dam Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta, Februari 2002. Penelitian bertujuan untuk menguraikan secara deskriptif perencanaan prosram remedial, pelaksanaan program remedial dam evaluasi program remedial di SDN SUKAPURA 01 PG Jakarta Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian survey. Data diperoleh melalui teknik wawancara, kuesioner dam studi dokumentasi. Populsi subyek penelitian adalah guru – guru di SDN SUKAPURA 01 PG. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program remedial di SDN SUKAPURA 01 PG, Baik di dalam merencanakan program remedial. Melaksanakan program remedial ataupun di dalam mengevaluasi program remedial, guru –guru sebagai pelaksanaprogram remedial belum melaksanakan dengan baik. Contohnya di dalam merencanakan program remedial hanya (50 %) guru yang memperhatikan ketiga aspek yang seharusnya diperhatikan guru di dalam merencanakan program remedial yaitu data kemampuan siswa, data kesulitan belajaruntuk menunjang program remedial belum memadai. Hal ini terlihat dalam melaksanakan program remedial baru lebih sebagian (60%) guru yang menggunakan dua sarana atau alat belajar. Oleh karena itu disarankan perlu dilengkapi sarana atau alat belajar dam sumber belajar. Dam bagi guru – guru hendaknya ditingkatkan keterampilan dan pengetahuan mengenai penyelenggaraan program remedial, yaitu di dalam mengevaluasi program remedial, sehingga program remedial dapat mencapai tujuan dengan baik. Sugiarti12159995122002
Efektifitas Komunikasi Guru dengan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar dalam Proses Pembelajaran Kelas VI SDN Lagoa 01 Pagi Jakarta UtaraEfektifitas Komunikasi Guru dengan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar dalam Proses Pembelajaran Kelas VI SDN Lagoa 01 Pagi Jakarta Utara. Skripsi, Jakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Negeri Jakarta, Januari 2002. Penelitian ini dilkukan untuk mengetahui komunikasi guru dengan motivasi belajar Siswa Sekolah Dasar Kelas VI SDN Lagoa 01Pagi Jakarta Utara : yang meliputi siswa SDN Lagoa 01 Pagi yang berjumlah 55 orang. Disebabkan keterlambatan, waktu tenaga dam biaya yang ada maka penelitian ini menggunakan angket dam survey. Komunikasi guru dengan motivasi pembelajaran siswa di SDN Lagoa 01 Pagi Jakarta Utara yang berarti semakin baik ko0munikasi guru maka semakin bagus motivasi belajar siswa. Metode angket dipergunakan untuk menjawab pertannyaan yang sudah disediakan dengan jumlah soal sebanyak 25 soal. Metode penelitian survey indek yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya. Angket yang diberikan kepada masing – maisng responden dianalisis soalnya dijabarkan menggunakan table prosentase. Agustinus Sniman12159995272002